Honeymoon? No! We call it, Honeypacker :)

And now, Let’s talk about traveling! Esp. our honeymoon. πŸ˜€

Dari sejak kerja sih saya sdh senang bgt sama yang namanya traveling, ya siapa yang gak suka liburan kan? Apa ada yang mau menolak jalan-jalan? Tapi kan gak mungkin kita liburan terus :p kecuali mungkin kalau sudah kayak travel blogger kondang macam mbak TNT dan mungkin ada yang berani endorse dia karena kapabilitasnya dalam dunia traveling. Kalau saya sih masih jelas, MODAL SENDIRI CUY! hihi..

Untuk traveling memang saya orang yang tight dalam budget jadi ya harus berani buat geret koper atau manggul ransel demi mendapat liburan yang murmer. Why? karena ya saya bukan orang kaya dan masih banyak prioritas lainnya yang harus dipikirkan pastinya.

So, when you prepare your wedding and at the end of the preparation time pasti akan ada yang bertanya, “Nanti honeymoon nya kemana??” It’s normal! Orang bakal pengen tahu kemana kamu menghabiskan masa pertama setelah menikah bersama pasanganmu.

Due to our wedding budgeting kita masih pending bahas masalah honeymoon ini sampai clear dulu semua keperluan yang urgent-urgent dan mendesak. Dan sampai H- 1 minggu masih belum jelas mau kemana.

J : “Sayang, jadi kita honeymoon kemana?”

O : ” Dedek mau kemana?” sambil setengah agak ngantuk karena biasa kita video call jam 10 malem ke atas.

J : “Yaudah yang deket aja ke Pulau We ada yang bagus pantainya tuh. Penasaran..”

O : “Yaudah besok babang tanya temen babang yang disana ya berapa biayanya..”

And then.. setelah dikalkulasi biaya ke Pulau We dan dilanjutkan ke padang dan setelah itu pulang ke Pekanbaru biayanya mirip dengan ke Luar Negeri! Weleh.. weleh.. pantes saja pariwisata kita tertinggal dari negara lain, even itu tetangga kita seperti Thailand dan Malaysia.

Jadi sebenarnya kami pilih ke Thailand dan Malaysia bukan karena mau sok-sok an tapi karena alasan biaya yang lebih murah dan spot pariwisata yang lebih banyak.

Jadi begini perinciannya:

Tiket pesawat dari Medan ke Kuala Lumpur Air Asia per orang sekitar 400 rb x 2 orang = 800 rb. (no baggage)

Tiket pesawat dari KL ke Krabi PP per orang 272.0 MYR atau sekitar Rp 952.280,- x 2 = Rp 1,9 jt PP (no baggage)

Tiket pesawat KL ke Pekanbaru per org 300 rb x 2 = 600 rb ( no baggage)

Total untuk biaya perjalanan = sekitar 3,3 jt sudah PP!

Kalau dibanding tiket pesawat medan – banda aceh – padang – pekanbaru ternyata lebih mahal yang tiket domestik! So, menurut anda, saya lebih baik pilih yang mana? Yang pasti going abroad dong.

Saya bukannya mau melemahkan pariwisata Indonesia, tapi hal seperti ini wajib jadi pemikiran Departemen Pariwisata kita. Bukan apa-apa, saya pasti mikirin financial dong saat bepergian. Pantas saja masih banyak daerah pariwisata kita yang tidak terekspos karena faktor biaya ini. Kadang saya mikir, sepertinya pihak pariwisata negara lain ini malah memberikan subsidi ke pihak airlines supaya harga tiket lebih murah sehingga meningkatkan sektor pariwisata mereka. Coba direnungkan dan diresapi ya πŸ˜€

Setelah hitung-hitung dan memasukkan proposal ke pihak investor (aka hubby) akhirnya di approvelah sama yang bersangkutan untuk honeymoon ke KL dan Thailand (Krabi island). Kenapa muncul KL? karena kita stay sehari due to harga tiket yang lebih murah besoknya. Hehehe. Berangkat Senin pagi pulang Sabtu sore ke PKU biar bisa sehari istirahat sebelum senin kembali bekerja.

Well, everything has been prepared!! Masing-masing cuma bawa cabin bag dan tas tangan. Karena cuma pakaian seminggu.

Senin, 17 Agustus 2015 berangkat dari Kualanamu Int. Airport Medan ke KL jam 9 pagi jadi dari Siantar sdh dari jam 3.30 pagi. Perjalanan cuma sejam dengan perbedaan waktu 1 jam sehingga sampai di KLIA 2 sekitar jam 11an. Kami memang sengaja mau mencoba mass rapid transport di KL menuju Bukit Bintang yang ramai untuk hostel dan penginapannya. Ternyata KLIA 2 sdh provide bagus bgt untuk mass transport ke kota dari bandara yang bisa dibilang cukup jauh. Kami tinggal naik MRT ke KL Sentral. Nah, ini trick nya yang saya dapat dari hasil googling sebelum naik MRTnya. Kalau kita naik MRT dari KLIA 2 langsung direct ke KL Sentral biayanya 2x lebih mahal daripada kalau kita dari KLIA 2 transit di Putrajaya dan dari Putrajaya kita ambil MRT ke KL Sentral. Karena kami tidak diburu waktu jadi kami ambil opsi kedua yang lebih murah. Memang lumayan menunggu sekitar setengah jam di Putrajaya, tapi tenang saja disana free wifi dan gak terasa nunggunya kok karena bersih dan nyaman buat menunggu. Sampai di KL Sentral kita naik Monorail menuju stasiun Bukit Bintang. Total biaya sekitar Rp 63.000/ person without traffic! Dibanding harus rental taksi pasti mahal! Andai ke Soetta juga bisa senyaman ini yah, semoga segera jadi ya MRT nya pak! aminn..

Sampai di stasiun monorail bukit bintang kami isi perut dulu di restoran cina sekitar situ yang bisa dibilang pusatnya pariwisata KL. Setelah isi perut baru cari hostel buat nginap semalam. Besok flight kami jam 4 sore sehingga pas kalau kami check out langsung berangkat ke bandara. Karena memang waktu kami hanya sehari jadi di KL kami tidak kemana-mana hanya ke KLCC, KL Tower, KL City Gallery, KL Music Museum sambil jalan kaki. Semua dijalanin pakai kaki, untungnya berdua πŸ™‚ Jadi tenang ada yang ngawal :*

Here is the pict at KL

IMG_20150817_122404 IMG_20150817_142502 IMG_20150817_221843 IMG_20150817_224539 IMG_4955 IMG_4956 IMG_4958

Oh ya untuk hotel dan hostel bervariasi, tapi yang paling murah kita dapat sekitar 78 MYR atau sekitar Rp 273rb / malam sudah pakai AC, hot water, dan wifi (yang paling penting buat saya kalau traveling ke LN cuma ini, free wifi from room). Kami cuma tukar MYR sebesar 700rb buat sehari dan karena ada deposit jadi tukerin lagi 100rb lagi. Dan pas deposit dibalikin masih ada MYR buat makan pas pulang πŸ™‚

Pengeluaran selama di KL:

  • Airport dari KLIA 2 – Bukit BIntang 35.6 MYR
  • Makan : 29.5 MYR
  • Hostel : 78 MYR
  • Dinner : 17 MYR
  • Brunch : 15 MYR
  • Transport Bukit Bintang – KLIA 2 35.6 MYR

Total : 210.7 MYR x Rp 3.500,- = Rp 737.450,- YEY!!

Day 2, Selasa 18 Agust 2015 – Rabu 19 Agustus 2015 2.00 pm

Fly from KL to Krabi around 1,5 hours. Karena zona waktunya balik ke WIB jadi seperti cuma 30 menit.

Ini pertama kalinya saya ke Krabi, sebelumnya saya ke Thailand via Phuket dan itu 3 tahun yang lalu. Bandara Krabi Int. Airport tidak terlalu besar dan jaraknya cukup jauh dari pantai.

Jadi sebelum memilih penginapan harus cek dulu lokasi bandara, tempat penginapan dan lokasi wisata yang mau dikunjungi. Hal ini penting karena kalau terlalu jauh kita akan banyak spend money di transport. Untuk Krabi sendiri perjalanan dari Bandara ke pusat kota Ao Nang sekitar 45 menit dan hotel pertama kami yang sudah kami book letaknya di Klong Muang (lebih jauh lagi, tapi lebih quiet dan tenang). Kalau mau naik taksi langsung dr bandara ke Klong Muang bisa tapi harganya lumayan mahal sehingga kami memutuskan untuk naik Bus ke Ao Nang dan dari Ao Nang naik Tuk-tuk ke Klong Muang. Biaya Airport Bus dari airport ke Ao Nang sekita 300 THB atau sekitar 120rb berdua. Saat dibandara kami tanya petugas counter bus berapa kira-kira tuk-tuk ke klong muang dan ia berkata sekitar 100-200 THB eh ternyata setelah sampai dan kami tawar-menawar dengan tukang Tuk-tuknya dia mau di 300 THB. Well, lumayan costly biaya transport sampai ke hotelnya ya! But, it’s okay lah yang penting have fun πŸ™‚ Dan akhirnya kami sampai di Klong Muang sekitar pukul 6 dan masih sempat catching sunset sebentar πŸ™‚

Kami menginap di Isle Resort, tempatnya masih sangat baru karena baru setahun beroperasi. Model kamarnya seperti villa sendiri sehingga lebih privat. Pantainya juga cuma nyebrang jalan!! πŸ™‚

Here is the pict at Klong Muang Beach:

IMG_4973 IMG_4976 IMG_5067 IMG_5050 IMG_5047 IMG_5023 IMG_4983

Pantainya sepiiiiii berasa private beach! dan bersih! Fotonya ini no filter semua ya πŸ™‚

Seharian leyeh-leyeh di pantai dan berenang di pool kami check out dari Isle Beach Resort. Kami pindah ke Ao Nang yang lebih ramai dan banyak hiburan πŸ˜€

Banyak yang bertanya kenapa kok honeymoon malah nyari yang rame, bukannya biasa nyari yang sepi? Kalau saya sih merasa bosan juga kalau terlalu sepi, dan akses untuk nyari makan dan berbagai hiburan juga susah. Jam 9 di Klong Muang sudah pada tutup, tidak ada minimarket dan hiburan. Ih, mending yang rada rame deh yah! Dan hubby juga setuju kok πŸ˜€

Day 3 Rabu 19 Agustus 2015

So, we moved to Ao Nang yang lebih ramai dan persis dekat Noppharathara Beach dan Ao Nang Beach.

Karena kami mau ambil 1 day tour untuk hari kamis dan jumat jadi kami pikir hotel gak usah yang mahal-mahal lah, wong cuma numpang tidur πŸ˜€ *teteup alasan ekonomis supaya budget on the track*

Akhirnya diturunin tuk-tuk di pusat kota kami geret-geret koper dan panggul ransel ke hostel-hostel dan selama rabu – jumat kami menginap di hostel persis sebelah Ao Nang beach! Jalan kaki cuma 5 menit ke pantai. Yang punya orang india dan cukup bersih untuk ukuran hostel. Private bathroom, free wifi, tapi hot waternya gak nyala dan fan (bukan AC). Wajarlah, karena harganya 400 THB/ hari berarti 120rb rupiah! WAW! Affordable banget yaa..

Kami langsung take the room dan ternyata malam pertama nginep disana lampunya mati hidup 😦 arghh..untung ada yang meluk!

Hari ketiga kami cuma jalan-jalan sekitar Ao Nang Beach sambil cari-cari tour buat besok dan lusa. Krabi sendiri ternyata artinya bukan crab (kepiting), tapi pedang (sword). Info by our tour guide yang sgt exciting dan entertaining. Kami pilih tour phi-phi island untuk kamis dan 4 island tour untuk hari jumatnya. Tournya juga terjangkau untuk ukuran 1 day tour sekitar 550 THB/ person jadi sekitar 1100 THB untuk berdua atau sekitar Rp 440.000,- berdua. Sudah include lunch, snack, alat snorkling. Tapi ya khas kalau ikut tour harus siap dikejar-kejar waktu dan dibatasin. It’s okay lah namanya juga ramean πŸ™‚

IMG_5080 IMG_5088 IMG_5095 IMG_5102 IMG_5134 IMG_5140 IMG_5155 IMG_5160

Day 4 Kamis 19 Agustus 2015

Our 1st tour to Phi-phi Island

Destinationnya Bamboo Island, Viking Cave, Lohsamah Bay, Pileh bay, Maya Bay (tempat syuting film The Beach), Phi-phi Don, dan Hin Klang. Seru! walaupun saya sudah pernah ikut tour phi-phi island dari phuket tapi rasanya tetap seru bisa kembali ke phi-phi karena tempatnya yang awesome! Memang bakalan rame banget karena selain dari Krabi ada yang dari Phuket juga dan mungkin pulau-pulau lain karena memang yang paling terkenal Phi-phi island.

Here is the pict:

IMG_5175 IMG_5187 IMG_5190 IMG_5202 IMG_5242 IMG_5246 IMG_5248 IMG_5255 IMG_5259 IMG_5269 IMG_5274

Semua #nofilter yah! Pas di Maya Bay sudah gelap langitnya jadi pas makan siang kita lari-lari nerobos hujan ke restorannya di Don Phi-phi. Sempat tinggi juga ombaknya selama perjalanan dan cuma bisa berdoa supaya selamat sampai tujuan. Saat ombak tinggi teringat trip ke Gili Trawangan yang sport jantung banget selama di boat πŸ™‚ Puji Tuhan semua lancar.

Day 5 Jumat 20 Agustus 2015

Our 2nd Tour : 4 Island tour

Jadi ini juga jenis Island hoping yang cuma berhenti-berhenti sebentar di satu pulau dan lanjut berangkat ke pulau selanjutnya. 4 island adalah tour yang paling dekat dengan Ao Nang dan tidak seramai Phi-phi island Tour. Namun jangan salah! Pemandangannya tidak kalah dengan Don Phi-phi πŸ™‚

Destinationnya ke Phranang Cave, Chicken Island, Tup Island, dan Poda island. Tournya sdh include makan siang, snack buah-buahan dan alat snorkling. Yang seru kita bukan naik boat seperti biasanya tapi naik Long tail boat kas thailand πŸ™‚ lebih lama tapi lebih murah dan lebih seru karena rame-rame πŸ™‚ dari europe, aussie sampai malaysia. Dan saat ikut tour ini ada keluarga muda yang berani ikut tour dengan membawa 2 anaknya sekitar usia 3 tahun dan 7 bulanan. Cool! Si dedek jadi bahan rebutan sekapal untuk digendong.

IMG_5278 IMG_5282 IMG_5283 IMG_5284 IMG_5286 IMG_5293 IMG_5294 IMG_5295 IMG_5297 IMG_5306 IMG_5312 IMG_5315

Biaya 1 day tour 4 island ini 450 THB per orang jadi total per orang 900 THB atau sekitar 360rb seharian πŸ™‚

Puas seharian tour kami diantar sampai penginapan sekitar pukul 5 sore dan malamnya putar-putar cari makan dan hiburan karena banyak live music di sekitar Ao Nang.

Yahh, gak terasa besok sudah pulang. Sabtu kami flight pagi dari Krabi ke KL sedangkan dari KL ke PKU baru jam 5 sore jadi seharian kami leyeh-leyeh di KLIA 2 karena gak berani buat keluar airport takut telat. Perjalananan selanjutnya lancar dan Thanks God for your blessing to us. Yah, mungkin tiap orang punya preference yang berbeda untuk honeymoonnya. Ada yang no limit budget jadi bisa taking 1st class untuk semua halnya, tapi ada juga mungkin yang kayak kami budget terbatas tapi masih pengen honeymoon biarpun budget terbatas. Selama tujuannya baik biasanya diberi kelancaran kok sama Yang Mahakuasa. Totally selama di Thailand kami spending sekitar 6499 THB atau sekitar Rp 2,6 juta berdua :’)) diluar hotel hari pertama yg sudah booking sebelumnya (45 USD = Rp 585 rb).

Soooo, Total biaya + tiket : 3,3 jt + 800 rb + 2,6 jt + 585rb = Rp 7.285.000,- buat 6 hari 5 malam berdua!! Yeyy! Masih dibawah budget yang ditentukan investor :)) So happy!

Honeymoon kami mungkin bukan yang paling ideal, tapi kami bahagia bisa susah senang berdua. Kadang kami lihat-lihatan pas makan pop mie nya thailand, kadang kami bertengkar menentukan tempat makan yang pas, kadang kami saling beradu argumen saat sama-sama capek. Tapi yang pasti kami kembali saling menyayangi dan menjaga selama-lamanya, kami tetap saling melindungi dalam panas, ombak, hujan, sakit dan lelah. Mungkin kalau semua terlalu sempurna kami tidak belajar untuk saling melindungi, menjaga dan mencintai disaat lelah, takut, dan marah. Thank your for your caring, hubby!

Saya tidak tahu preference anda dalam berlibur, tapi saya share ini untuk memberikan informasi siapa tahu anda berminat untuk trip ke Krabi. Setidaknya tidak sama persis tapi anda bisa dapat gambaran yang lebih luas lagi. Semoga bermanfaat!

cheers,

~ ney

Melodrama Borhat Ma Dainang

Borhat Ma Dainang ~ Berangkatlah, Anak Perempuanku

Tubuan laklah ho inang tubu sikkoru
Horas ma dainang
Tubuan anak ho inang tubuan boru
Horas ma dainang
Ronghapmu gabe helanghi dingan matua
Horas ma dainang
Ditongan dalan nang dung sahat ro di huta
Reff
Unang pola tangisho
Ai tibu do ahu ro
Sirang pe ahu sian ho
Tondingi gumonggom ho
Mengkel ma dainang
Sai unang tangis ho inang martuk tukian
Ingot martangiang
Aso horas hamu nalaho nang na tinggal
Honestly, saya bukan penggemar lagu batak. NOT OF MY TYPE! Absolutely!
Tapi kemarin saya diminta nyari lagu untuk backsound video pernikahan saya, dan hap hap hap hiks hiks hiks. Yang ada nangis bombay saat dengar lagu ini.
Kenapa nangis? Well, pasti salah satu karena liriknya. (Google translate lah yaah :p )
Flashback dulu, tanggal 15 Agustus 2015 kemarin saya menikah. Yes, I’m getting hitched! Sekarang sudah bukan Miss Jane lagi, tapi sudah Mrs. Sinaga. As a dreamer woman, dari kecil saya memang punya impian nikah dipinggir laut, dengan baju gaun putih, mahkota bunga, tamu yang gak terlalu banyak tapi saya kenal semua, dan suami pirang ala Nicky Westlife. And when I make a commitment to marriage with si abang, semua list tersebut langsung dicoret per itemnya dimulai dari yang paling terakhir. Huahahahaha.
Suami bule, BYE! Batak tulen!
Tamu sedikit, CORET! Gak mungkin keluarga batak sedikit!
Mahkota bunga, No!! Wajib melati ala suzanna!
Gaun Putih, NO! KEBAYA!!
Nikah dipinggir laut?? Are you kidding me???! Mau ditaro dimana orang sebanyak itu dipinggir laut, mau mangulosi di atas pasir putih??!
Okey? You know how I feel??! Terpukul, broken up inside.. *lebay!*
Tapi jujur, Every girl have their own fantasy of their wedding. And I have my own perfect wedding. Dan gak mudah loh buat nerima semua mimpi kamu diganti semua dengan alasan kamu orang batak dan calon suami juga orang batak dan anak pertama laki-laki plus cucu pertama laki-laki. Lu berani otak-atik? Selese! kasarannya ya gitu.
Tapi, Tuhan yang mempertemukan dan Tuhan juga yang menyatukan. Tuhan juga yang akan memberikan keteguhan hati bahwa yang terlebih penting adalah hati kami berdua yang disatukan olehNya. Mau gimana caranya ya kembali ke yang punya hajat ajalah, ya Tuhan pastinya.
Well, ketika saya sudah nerimo dan setiap ngelihat muka calon suami (saat itu masih calon) yang begitu tulus mau menikahi saya ya akhirnya saya enjoy mempersiapkan our rempongest batak wedding party ini.
First of all, pasti baju! Kalau namanya baju buat orang batak itu adalah hal yang sangat penting. Kenapa bisa penting? Karena pasti banyak yg komen, baik dilontarkan maupun yang tidak karena hanya dalam hati. Ya ampun, kok begini, kok begitu, bahannya kok gini, kok gitu. Okay, bahan kebaya harus Kebaya Perancis (ternyata maksudnya diimpor dari perancis, walopun kalopun saya dibohongin ya ga tau juga), full payet, dan plus songket. Untuk bahan saya beli di pasar baru, jangan bosen buat hunting kebaya karena buanyak banget model, corak dan range harganya. So, harus siapin waktu lebih untuk beli, jahit, dan beberapa kali fitting. Songket saya beli online dari Palembang. Selain itu pastinya bahan seragam untuk keluarga dan teman-teman. Pokoknya jutaan deh investasi kebaya dan songket ini. Yah, sekali seumur hidup. Itu kalimat saktinya.
Karena saya dari awal pengen pakai gaun yang bridal-bridal western gitu jadi kebayanya dibuat berekor, ekornya bisa dilepas untuk mempermudah penyimpanan.
IMG_7606 IMG_7666
Jadi buat gaun, bisa dibilang saya puas! Walaupun pas acara kaitan untuk ekornya sering lepas-lepas. Sepertinya tdk terlalu kuat. But, I can handle it.
Gedung dan peradatan saya serahkan kepada keluarga suami dan orang tua. Mereka lebih ngerti dan saya gak mau terlalu ikut campur karena tidak terlalu mengerti.
Make up termasuk hal yang bikin deg-degan karena stigma negatif di otak saya kalau nikahan batak gak mungkin ada yang natural. Pasti menor dan kayak emak-emak. Tapi ya puji Tuhan, saya sdh test drive saat martupol sehingga saat nikahan sudah tahu hasil riasannya. Gak menor dan murmer dibanding di Jekate yaaah cyin! I promote Holongma Salon in Siantar. Dia pake based Ultima jadi hasilnya okelah buat seharian pesta.
IMG_4542 IMG_7530
Selain itu undangan pastinya H-4 bulan sudah mulai hunting design dan harga. Saya cetak undangan di Jakarta (Bolak-balik ke Tebet sdh jadi makanan deh). Seperti yang kita tahu kalau undangan Batak gak bisa singkat, padat dan jelas. Pasti harus gede, banyak contentnya, dan berfoto. Well, setelah putar-putar dan tawar-tawar dapet juga yang bisa mengakomodir semuanya dengan harga yang paling ekonomis. Hard cover, foto bisa 2 lembar, beramplop, dan beberapa detail lainnya bisa 6 jt untuk 800 pcs. Harganya malah lebih murah daripada dibagi-bagi ada yang soft cover, ada yang hard cover buat kantor. Selain itu juga bisa dibagi 3 jenis, paranak, parboru dan nasional. Tapi memang pelayanannya sih kurang memuaskan yah kalau buat saya. Yah, harus rela kejar-kejaran dan sakit kepala deh nelponin si uda yang punya lapak. Satu lagi, ternyata setelah jadi ongkos kirimnya lumayan mahal karena berat. Better kayaknya nyetak di tempat yang paling banyak undangan akan disebar.
Next souvenir, hal ini penting gak penting ya harus disiapin. Tanya-tanya temen katanya paling murah di Jatinegara. Akhirnya ya buat disana. Biar gak berat pilihnya kipas jumbo batik yang diplastik dan sablon nama kami. Bener banget pilihannya! Gak berat dan bisa dibawa dibagasi kami berdua sama si abang. Bagi 2!! hihi..
Prewed juga harus jauh-jauh hari, sekitar 4 bln sebelum nikah. Kenapa? Karena foto prewednya mau masuk undangan. Jadi harus duluan jadi. Vendor prewed juga berjibun, belum lagi pilihan temen yang bisa motret. Sebenarnya balik lagi ke couplenya mau yang seperti apa konsepnya. Pasti ada plus minusnya. Kalau temen pasti perlengkapan dan sarana nya terbatas, tapi lebih murah. Kalau profesional pasti apa-apa diduitin. Jadi ya balik lagi ke masing-masing lagi kalau ini. Kami sendiri pilih yang ada indoor dan outdoornya. Selain itu yang sdh include dress, make up artist dan jas nya supaya ga nambah budget lagi nyewa sana sini. Dan kami puasss banget sama New Life Image Photography. Pertama memang tempatnya dekat dengan akses kami di Jakarta Barat. Kedua pelayanannya cepat dan friendly. Ketiga hasilnya oke dan memuaskan. Ada yang lucu saat kami prewed ini, jadi kami sudah pesan untuk paket outdoor-indoor dan janjian mulai dari jam 7 sdh make up di studionya. Setelah make up, masuk ke pemotretan indoor dan semi indoor di studio mereka. masih lancar jaya, jepret gaya A, B, C. Jelang jam 12 kami mau menuju ke lokasi outdoor, dan keadaan mulai berawan. Karena takut hujan jadi kami cepat-cepat menuju lokasi pemotretan outdoor. Sampai disana sekitar jam 1 malah puanaass bgt! Sebelum foto saya touch up dulu ke kamar mandi dan diluar perkiraan saya malah kedatangan tamu bulanan. Haduh, kenapa harus hari ini! Dan show must goes on, keluar kamar mandi buat foto-foto eh baru sekitar 20an foto tiba-tiba kepala saya pusing dan kaki gemetar. Akhirnya gak kuat lagi melanjutkan sesi pemotretan dan kembali ke studio. Saya ternyata belum makan dari pagi, ditambah lagi 1st day period. Akhirnya kami cuma dicharge biaya pemotretan indoor dengan bonus foto outdoor! Ihihihi..lumayan selisihnya 3 jutaan πŸ˜€
05 02 03
Selain itu yang harus disiapkan pastinya video dokumentasi saat acara. Hal ini penting karena berhubungan dengan dokumentasi prosesi sekali seumur hidup. Untuk ini karena keterbatasan jarak dilakukan via googling dan sosial media. But, sejauh ini profesional dan artistik. We endorse Manhattan Photography di Siantar. Untuk hasil akhirnya masih belum bisa dilihat sepenuhnya sih, masih on progress.
Kembali ke tema utama tadi, mulai dari saat di gereja sampai di gedung adat memang sangat berbeda ketika kita hanya menjadi penonton dan saat menjadi pelakunya. Sungguh, siapa yang bisa mengulang perasaan deg-degan saat berjalan di aisle gereja dengan iringan organ gereja? Siapa yang biasa menahan haru saat harus pamit ke orang tua? Apalagi dalam adat Batak seorang anak wanita akan resmi dibawa oleh keluarga pihak laki-laki saat menikah. Berarti saya bukan tanggung jawab orang tua saya lagi.
Dan lagu tadi tentang itu. Tentang bagaimana orang tua melepas anak perempuannya, melepas dengan baik anaknya ke kehidupannya yang baru dengan keluarga yang baru juga. Siapa yang tahan melihat wajah orang tua yang membesarkan kita puluhan tahun secara haru melepas anaknya yang sudah dibesarkan bertahun-tahun kepada pasangan hidupnya? Tapi itulah hakikat pernikahan bahwa kami sudah menjadi satu, bukan lagi dua. Kami sudah membentuk keluarga baru yang berarti kami harus bertanggung jawab terhadap satu sama lain, bukan hanya diri kami sendiri lagi.
Ini baru awal, awal dari kehidupan sebagai pasangan suami istri, belum lagi awal sebagai orang tua atau awal sebagai kakek nenek nantinya. Masih panjang dan banyak naik turun yang harus dihadapi bersama.
Yang pasti doa tentang pasangan hidup telah Tuhan jawab, dulu saya hanya berdoa jika memang jodohku semoga didekatkan dan jika bukan agar dijauhkan. Tuhan terus mendekatkan kami, dan sampai sejauh ini Tuhan yang bekerja dalam segala sesuatunya. Bukan kuat dan gagah kami bisa berada dalam keadaan ini. Semua hanya karena kasih anugerahNya.
Dan karena di gereja tempat kami diberkati tidak mengenal Wedding Vow, saya tulis disini saja ya hubby:
In this past year, we’ve grown so much together through good and hard together. We had our laugh and cry. We’ve learned so much better about each other. We’ve learned that we can never be a perfect one even for each other. In the process of life, we learned not to aim for the perfection but for the progression and improvement. We always tell each other that it’s going to be ok and that tomorrow will be better. That’s what makes me love you more and more each day. I hope that you never stop growing and never stop loving because with every year that goes by, you become a more and more awesome person. You are the best, and I love you!
with love,
xoxo
your Jane
*sorry for making you kind of angry this two days :p happy h-4 1 monthversary :*
So, this is our story! Saya gak pernah menyesal menikah dengan adat batak dan tidak pernah menyesal untuk tidak mewujudkan my wedding dream πŸ™‚
cheers,
~ ney

Manna yang Terlupakan

Bukan hal yang aneh jika kita mengharapkan kenaikan income dalam pekerjaan kita. Semua orang juga perlu uang, katanya sih begitu. Beberapa bulan yang lalu I got promoted, yah dapat mobil dinas yang bebas dipakai kemana saja dengan konsekuensi uang motorisasi dan transport dicabut. Selain itu juga tambahan insentif yang lebih besar (jika achieve target pastinya).

Pastinya saya senang dan bilang Thanks God! Gak perlu kepanasan, kena hujan, debu, dll. Kerja keras selama ini bisa berbuah manis.

dalam perjalanannya ternyata tidak seindah yang dibayangkan, posisi yang sekarang tidak semudah yang dulu. Bukannya meningkatkan income malah menurun. Honestly, Sedih dan mulai tahapan yang selanjutnya adalah kuatir. Ya, kekuatiran memang bukan hal yang baik. Tapi kita kan manusia yang punya perasaan secure dalam diri kita. Biasa bulanan segini, biasa pengeluaran segini, dan lain-lain. Belum lagi biaya pernikahan untuk bulan Agustus nanti, ya walaupun si abang yang banyak ambil pos-pos pembiayaan tapi terus terang dalam hati kok merasa malu kalau gak urunan. Yah minimal ada kontribusi lah buat yang kecil-kecil.

Kekuatiran itu beberapa bulan ini sering menggerus hati dan perasaan. Dampaknya mungkin tidak terlalu terlihat secara kasat mata tapi saya merasa gak secure. Saya merasa gak tenang, saya mau berontak, mau protes, mau resign, bla bla bla. Yang pasti isinya tidak terima dengan keadaan. Why me God? Kenapa harus saya dan kenapa harus saat-saat ini?

And then He speak on another person (by a preacher in my church on this evening service),

” Manna untuk orang Israel saja diberikan Tuhan hanya cukup untuk sehari, dan jika disimpan malah busuk dan berulat. Tuhan mencukupkan hari lepas hari, sehari sebelum sabat Ia memberikan double porsi manna tersebut.. ”

JEDARRR! Spontan saat doa itu linangan air mata hangat menetes. Tuhan, ampuni saya karena kekuatiran yang berlebihan ini. Mungkin saat ini saya terlalu sibuk mau mengumpulkan manna itu untuk esok, lusa, dan seterusnya. Tapi ternyata Tuhan selalu punya manna yang baru, manna yang menjawab setiap kekhawatiran. Kau tak akan membiarkanku berjalan sendirian dan kelaparan.

Terlalu picik manusia jika merasa bisa melampaui mukjizat Tuhan. Ia terlebih besar dari semua rencanamu, toh setiap yang kamu rencanakan tidak akan bisa berjalan jika tidak seturut dengan kehendaknya.

Manna mungkin hal sederhana yang dapat mengingatkan kita tentang pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Ia menyediakannya hari lepas hari, tak berkekurangan sedikitpun. Toh sampai hari ini saya masih bisa hidup sehat dan bahagia.

Ajar kami untuk selalu bersyukur ya Tuhan, dalam setiap kelemahan, kekuatiran, dan ketidakmampuan kami. Ajar kami untuk menyerahkan semuanya hanya kedalam tanganMu.

Kel. 16: 1-36 Manna, Sabat

Cheers,

~ Ney

Kecupan Pangeran yang Membangunkan Putri Tidur

Hello readers,

Last blog : June 10th, 2013! Now, March 18th, 2015.. Around 2 years!!!! Sorry for the little sleeping beauty here..

Bukan tentang putri tidur dan pangerannya yang mungkin bisa saya ceritakan karena memang hidup tidak segampang itu. Maaf, kita tidak bisa memilih tertidur bertahun-tahun untuk lepas dari sebuah masalah, kebiasaan bahkan kenangan. So, do you think time will ease the pain? It’s nonsense. You must cure your own pain. If you let it bleeding, it will be bleeding every time. As simple like that.

Nama saya masih sama, sekarang pindah kerja masih dengan perusahaan yang sama di Jakarta.

Jadi yang berbeda apa?

Saya sekarang malas nulis, banyakan mengisi waktu luang dengan main, nonton, ngelamun, baca buku, telpon pacar, video call pacar. Habislah waktu tiap harinya. Tahun baru terasa seperti berganti hari saja.

Tiba-tiba in the middle of this night saya buka blog berjaring laba-laba ini. Kalo makanan mungkin sudah busuk dan bau. Kalo bayi aja udah bisa lari.

Tapi saya belum punya anak yang sudah bisa lariΒ ya, karena gak tahu apa memang hidup saya yang lambat atau memang saya yang kesantaian tapi saya sedang ditahap mempersiapkan pernikahan. Tapi saya percaya semua indah pada waktunya, mau cepat atau lambat toh juga yang punya waktu kan ya Tuhan. Apalah saya ini bisa minta cepat untuk hal yang belum saatnya.

Sekarang saja saya masih banyak belajar. Bagaimana menyangkal diri, bagaimana menghormati pasangan, bagaimana memahami sifat dan karakternya.

Bukan perkara mudah karena sometimes ya saya gak bisa terima sifat dia yang menurut saya sangat berbeda dengan saya. Kamu bisa pertahanin ego kamu, ya kenapa saya gak bisa. Kamu bisa keras, saya bisa lebih keras lagi. Yang ada berantem, nangis, and end the night with another drama series.

Dari dulu doa saya memang cuma satu, Tuhan jika dia memang jodoh yang kau berikan padaku dekatkanlah, jika bukan jauhkanlah.

Pernah sekali saya berusaha menjauhkan diri, berusaha ‘menyangkal’ apa kata Tuhan dan ‘melawan’ doa saya sendiri. Saya berusaha meyakinkan diri bahwa kami tidak cocok, kami sangat berbeda, kami gak nyambung, kami better jalan masing-masing, blah blah blah. What happened next? Tuhan yang menyatukan kami kembali, Tuhan juga yang mendekatkan kami lagi. Itu yang disebut jawaban doa?

Pernah dengar kisah Yunus? Dia disuruh Tuhan ke Niniwe, tapi dia gak mau dan malah berusaha pergi ke tempat lain. Apa Tuhan berhenti dan membiarkannya?

Tidak.

Ada saja cara Tuhan untuk mengembalikanmu ke jalan yang benar, termasuk kepada orang yang tepat. Dengan segala kesalahanmu, dengan segala ketidaklayakanmu. Ia tahu yang terbaik untukmu. Ia tahu mana yang terbaik untukmu.

Tuhan pula yang menunjukkan siapa yang terbaik untukku sampai saat ini. Tapi doaku tetap ya Tuhan, sampai janji itu diucapkan jika memang dia jodohku, dekatkanlah. Namun jika ia bukan jodohku jauhkanlah. Kiranya doa ini yang semakin meneguhkan kami dalam setiap kerikil yang ada, dalam setiap hal yang sedang kami persiapkan. Siapkan hati kami ya Tuhan. Itu terlebih penting dari semua persiapan duniawi ini.

Pimpin langkah kami ya Tuhan dalam setiap hal yang harus kami diskusikan dan pikirkan. Agar apa yang kami persiapkan memang adalah hal yang dari padaMu. Kami percaya mungkin saat ini si jahat mengintai kami untuk menggoyahkan atau mencobai kami, tapi jika hal ini adalah atas seijinMu, Kau jugalah yang akan menuntun kami untuk mengikat janji di depan altarMu.

Terimakasih Tuhan untuk kecupanMu, sehingga kami selalu terbangun dari tidur kami yang panjang.

Happy blessed night, people.

Cheers,

_Ney

Paradoks dan Potongan Masa Lalu

Potongan masa lalu, aku sudah membuangmu jauh-jauh.Β  Aku mencintai getirnya hidup demi lamat-lamat melupakanmu. Aku mengambil peran dalam paradoks kehidupanku. Mengatakan ya saat sebenarnya tidak, melakukan sesuatu yg tidak ingin aku lakukan, mencari keramaian untuk menepis rasa sepi yang muncul ditengah-tengahnya.

Potongan masa lalu, tidakkah kau tahu ada yang tersakiti? Tidakkah kau tahu ada orang-orang yg tidak mengerti? Mereka tidak bersalah, kau pun tidak bersalah. Karena kau hanya potongan masa lalu.

Sungguh sajak Sapardi Djoko Damono tidak pernah salah. Api dan hujan itu tidak pernah salah. Termasuk angin yang menjatuhkan daun juga tidak pernah salah. Tere liye juga tidak pernah salah.

Aku sudah membuangmu jauh-jauh. Aku sudah melupakanmu. Tapi aku tetap menyakiti orang lain. Tapi aku tetap mengingat punggung dan bau parfummu.

Sampai kapan aku bisa bersyukur? Karena tidak mungkin untuk melupakanmu. Dan tidak semua orang bersedia menungguku. Karena menunggu memerlukan waktu dan tenaga.

Hai potongan masa lalu, sudikah kau berdamai dengan rasa ini? Kuharap kau mendengar dari manapun kau berada.

Jakarta, June 10th 2013 _ 0.28am

Obat Penghilang Rasa Sakit & Kehidupan

Dua minggu lalu gusi saya bengkak, rasa sakitnya tak tertahan. Hingga saya memutuskan untuk ke dokter gigi. Ternyata pertumbuhan gigi geraham bungsu saya kurang sempurna sehingga gusi disekitarnya mengalami pembengkakan. Katanya harus dioperasi. HIH! Okey, setelah itu diberi obat dan saya diminta untuk rontgen sebelum dioperasi. Pulang dari dokter gigi saya segera rontgen dan minum obat. Esok harinya rasa sakitnya berangsur-angsur hilang. Namun ternyata walaupun rasa sakitnya hilang, tapi bengkaknya belum hilang. Alias masih meradang.
Rasa sakit yang hilang hanya karena obat penahan rasa sakit yang sifatnya semu. Dia tidak mengurangi peradangan, tapi hanya menghilangkan rasa. Ya, menghilangkan rasa tanpa menyembuhkan. Biarpun rasanya tidak sakit, tapi gusi saya masih bengkak. Saat menyadari hal itu saya tersadar sejenak, apakah mungkin dalam hidup kita juga terlampau sering mencari penghilang rasa sakit itu? Bukannya menghilangkan sakit yang ada, tapi hanya memberi efek hilangnya rasa sakit dalam jangka waktu tertentu. Ketika jangka waktunya habis maka rasa sakit akan muncul kembali dan SLAPP! Sakit lagi.
Saya tidak tahu apakah anda pernah atau sedang memiliki rasa sakit? It’s just like an empty hole inside your soul. Perhatikan apa yang menjadi cara pengobatanmu. Jangan-jangan itu hanya penghilang rasa sakit tanpa berusaha menghilangkan sakit yang sebenarnya. Kadang saya pikir, tanpa obat penghilang rasa sakit mungkin kita tetap akan sembuh, tapi prosesnya lebih menyakitkan. Jadi memang mungkin diperlukan 2 jenis obat, yang satu untuk menghilangkan rasanya, yang satu lagi untuk menghilangkan sakitnya. Sehingga ketika proses penyembuhan berlangsung akan benar-benar tuntas. Rasa maupun peradangannya tertangani dengan baik.
I’m not an expert. It’s depend on you to cure the pain.

regards,

Tuhan Tidak Pernah Tidur

Image

Dear all,
Lama rasanya membenamkan diri dalam rutinitas kehidupan. Yap, tanpa terasa sudah 6 bulan saya berkarya dalam dunia kerja. Dunia yang jauh dari apa yang selama ini saya tekuni dan pelajari. Bukan hanya bidangnya tapi juga lingkungannya. Semuanya Tuhan pakai untuk menempa saya. Terus terang seringkali rasa lemah dan tak bersemangat muncul mengejar dan membayangi.

Pekerjaan yang seakan tak pernah berhenti seakan menggerus hubungan dengan Sang Pencipta. Dahaga dan kekeringan yang mendera seakan tak dapat ditebus hanya dalam ibadah tiap sekali seminggu. Saya merindukan waktu intim denganNya. Entah saya yang salah mengatur waktu atau memang pekerjaan yang overload. Rasanya Tuhan sudah semakin menjauh dari hidup ini.

Sekali lagi Ia dapat hadir dan mengisi kekosongan itu dengan berbagai caraNya. Dalam 2 minggu terakhir saya beribadah di dua gereja yang berbeda. Entah bagaimana dalam 2 kali ibadah tersebut ada persembahan pujian dari choir. 2 choir yang berbeda di dua gereja yang berbeda pula. Namun lagu yang dinyanyikan sama. Saya sendiri merinding mendengarnya dalam 2 kali ibadah tersebut. Rasanya mata memanas dan untuk menahan air mata agar tak keluar merupakan pekerjaan yang tak mudah.
Begini liriknya:

Tuhan…. Berapa lama ku dilupakan Tuhan?
Berapa lama lagi Engkau sembunyi dariku?
Tuhan…. Berapa lama ku dilupakan?
Sampai kapan Engkau sembunyi dariku?
Sampai kapan aku kuatir? Sampai kapan ku bersedih?
Tuhan, Sampai kapan ku bersedih?
Dan kini seteruku, semua seteruku.

Telah menguasai diriku. Dan kini seteruku, semua seteruku.

Kini bersorak sorai meninggikan diri atasku, Tuhan……

Tuhan…ya Tuhan kami..Pandanglah aku..

Tuhan,dengarlah aku jawab doaku..
Tuhan…Tolong pulihkan kekuatanku..

Agar mataku bercahaya..Pulihkanlah semangatku..
Hanya Engkau andalanku…..

Ku percaya Engkau setia..Sbab kasihMu kekal selamanya..

Pujian ini diambil dari Mazmur 13. Rasanya pujian ini menjadi teriakan yang nyata dari dalam hati yang sepi dan dahaga.

Akan sangat wajar ketika kita merasa sendiri dan tertekan dalam menghadapi setiap masalah dan badai dalam hidup kita. Akan sangat wajar ketika anda mempertanyakan keberadaan Tuhan ketika anda merasa sendiri dan begitu lemah. Mungkin anda bukan tipe orang yang terbuka dalam menceritakan masalah anda pada orang lain, namun percayalah ada Sosok Pribadi yang sudah jauh lebih tahu apa yang menjadi masalah anda dan memberikan kekuatan bagi anda dengan berbagai caranya yang tak akan mampu anda selami satu persatu.

Syaratnya hanya jangan pernah lepas dari Pokok Anggur itu. Selama anda masih melekat, walaupun mungkin terasa kering dan hampa, tak perlu kuatir! Mungkin saja Sang Pokok Anggur sedang memberikan nutrisi untuk ranting lain yang jauh lebih kering daripada anda. Ia tak akan membiarkan anda mati kekeringan selama anda masih melekat.

Warm Regards,