<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>my i.n.Q.u.i.s.i.T.i.o.n.s...</title>
	<atom:link href="http://neyevas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://neyevas.wordpress.com</link>
	<description>wheN my desiRes give me a passiOn...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Sep 2011 18:18:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='neyevas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>my i.n.Q.u.i.s.i.T.i.o.n.s...</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://neyevas.wordpress.com/osd.xml" title="my i.n.Q.u.i.s.i.T.i.o.n.s..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://neyevas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Diam</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/09/25/diam/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/09/25/diam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 18:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..LoVe and LiFe experimenTs..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://neyevas.wordpress.com/2011/09/25/diam/</guid>
		<description><![CDATA[Diam Kita memilih untuk diam. Memilih untuk menyimpan rapat-rapat dalam kelamnya malam. Memilih untuk mengabaikan semua rasa yang ada. Memilih untuk melanjutkan hidup tanpa bersinggungan. Memilih untuk berdamai dengan luka yang ada. Kita yang memilih. Kita yang memilih. Kita. Jika bayangan itu bukan termasuk kita. Apa ia boleh menyelinap? Apa ia boleh bertaruh dengan rasa &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/09/25/diam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=218&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diam</p>
<p>Kita memilih untuk diam. Memilih untuk menyimpan rapat-rapat dalam kelamnya malam. Memilih untuk mengabaikan semua rasa yang ada. Memilih untuk melanjutkan hidup tanpa bersinggungan. Memilih untuk berdamai dengan luka yang ada.</p>
<p>Kita yang memilih.<br />
Kita yang memilih. Kita.</p>
<p>Jika bayangan itu bukan termasuk kita. Apa ia boleh menyelinap? Apa ia boleh bertaruh dengan rasa rindu? </p>
<p>Kau dimana? Sepertinya rasa rindu ini tak terkalahkan. </p>
<p>Ya, aku rindu. Walaupun aku tetap diam.</p>
<p>Medan, Sept. 25th 2011 _ 01.15 am</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=218&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/09/25/diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku, Bunda dan Hari Itu</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/08/10/aku-bunda-dan-hari-itu/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/08/10/aku-bunda-dan-hari-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 11:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini acara pengambilan raport. Sejak pagi bunda sudah mematut-matut dirinya di depan cermin. Ia juga sudah 7 kali berganti baju. Setiap keluar kamar dan memunculkan badan tinggi langsingnya di depan tivi, ia hanya berkata, “Bagus gak Del? Bunda cocok gak ya Del pake baju ini? Duh, kayaknya kehebohan deh ya?” ujarnya sambil kembali masuk &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/08/10/aku-bunda-dan-hari-itu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=214&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini acara pengambilan raport. Sejak pagi bunda sudah mematut-matut dirinya di depan cermin. Ia juga sudah 7 kali berganti baju. Setiap keluar kamar dan memunculkan badan tinggi langsingnya di depan tivi, ia hanya berkata, “Bagus gak Del? Bunda cocok gak ya Del pake baju ini? Duh, kayaknya kehebohan deh ya?” ujarnya sambil kembali masuk ke kamar. Berganti dengan baju lain dan menanyakan hal yang sama. Hanya pertanyaan retoris sepertinya karena aku hanya cukup mengernyitkan dahi. Sepertinya hari ini adalah hari paling penting yang berulang setiap 6 bulanan. Ketika sampai di baju ketujuh aku hanya berkata, “ Bunda mau pake baju apa aja cocok kok, gak penting itu buat Adel,” dan ia pun segera memelukku hangat. Aku tahu ia hanya memerlukan kalimat itu untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.</p>
<p>Bunda memang cocok pakai baju apa saja. Ia cantik, tinggi, putih dan artis. Mantan artis tepatnya. Sampai kejadian itu. Aku sendiri masih sangat kecil saat itu. Saat bunda dihakimi oleh masyarakat. Saat bunda menjadi <em>public enemy</em>. Tidak mudah <em>survive</em> dari masa-masa itu. Yang jelas sampai sekarang masih banyak orang yang bermulut nyinyir setiap bunda lewat dari hadapan mereka. Untung ia seorang wanita yang kuat.</p>
<p>“ Ayo Del, sudah jam 7 ini. Kamu kok malah daritadi masih di depan tivi aja?”</p>
<p>“ Iya Bun, kan bagi raportnya jam 8. Perjalanan ke sekolah juga palingan 15 menitan. Adel males nunggu lama-lama,”</p>
<p>“ Loh yang mau ambil raport siapa kok malah yang lebih semangat bunda  ya? Ayolah, sapa tau jalanan macet Del. Adelaide, come on! Siap-siap dong naaaak,”</p>
<p>“ Iya deh buuunnn,”</p>
<p>Setengah jam kemudian kami sudah sampai di sekolahku. Aku masih kelas 3 dan kejadian itu sudah terjadi 4 tahun yang lalu. Tapi entah mengapa aku masih saja takut menghadapi hari ini. Bukan karena aku takut melihat nilai-nilaiku. Bukan karena takut tidak naik kelas.</p>
<p>Aku takut melihat kumpulan orang tua murid. Aku benci tatapan mereka. Aku benci basa-basi mereka. Aku benci setengah jam ini. Setengah jam menunggu guru memanggil nama dan membagikan raport kami.</p>
<p>Sebelum turun dari mobil, bunda kembali memastikan riasan dan rambutnya sudah tertata rapi. Ia mencoba menenangkan dirinya. Aku tahu ia juga benci hari ini. Aku tahu ia juga takut menghadapinya. Aku tahu ia sedang menaikkan rasa percaya dirinya. Tapi ia tak pernah mengatakannya.</p>
<p>Kami berjalan bergandengan tangan memasuki halaman sekolah yang sudah ramai dengan orang tua murid dan anak-anaknya. Tangan bunda dingin.</p>
<p>“ Bun, Adel yakin pasti Adel kali ini juara kelas lagi. Minimal juara 2 deh bun,”</p>
<p>Ia masih terdiam dan tersenyum gugup ke arahku. Orang disekitar mulai berbisik-bisik. Mereka mulai pajang senyum palsu ketika kami lewat. Aku tahu mereka membicarakan bundaku tersayang. Aku tahu mereka masih menghakiminya. Aku tahu mereka masih belum bisa tidur nyenyak sampai bunda dihukum seberat-beratnya. Sepertinya mereka belum sadar bahwa hukuman masih terus berlanjut hingga entah sampai kapan.</p>
<p>Kami duduk menunggu di depan kelas. Berusaha membunuh setengah jam yang sangat menyiksa.</p>
<p>“ Ya sayang, Bunda sangat bangga sama Adel. Saking bangganya bunda sampai gak punya rasa takut dan benci lagi sama orang. Semua sudah dikalahkan sama rasa bangganya bunda, Del,” katanya sendu. Aku memeluknya erat. Seperti tidak ingin terpisah sedetik pun. Hanya untuk menguatkannya.</p>
<p>Sayup-sayup terdengar bisikan, “Oh itu yang dulu jadi artis video porno. Udah gede ya anaknya,”</p>
<p>Aku tidak peduli seperti apa mereka menghakimi Bunda. Aku juga tidak bisa melawan mereka. Ini tidak seperti persidangan yang nyata. Mungkin aku hanya bisa sedikit membantu dengan prestasi-prestasi yang bisa membuat bunda bangga.</p>
<p>Yogya, August 10<sup>th</sup>, 2011 _ 1.03 am</p>
<p>Terinspirasi dari tweet seorang artis yang pernah mengalami penghakiman publik. Namun hanya terinspirasi saja, semua tokoh dan jalan cerita hanya rekaan penulis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=214&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/08/10/aku-bunda-dan-hari-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Little Mutineer Nan Suka Menyogok</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/08/09/little-mutineer-nan-suka-menyogok/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/08/09/little-mutineer-nan-suka-menyogok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 15:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..my beautifuL raNdom bRain..]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Dua perenungan termutakhir saya.  Happy Reading! Little Mutineer &#160; Saya pernah mendengar bahwa semakin dewasa, manusia akan semakin jarang bertanya. Bandingkan jika anda mengadakan perjalanan dengan seorang anak TK dan dengan seorang dewasa. Dimungkinkan sekali orang dewasa disamping anda tidak akan anda kenal sampai tiba ditempat tujuan. Ini pengalaman pribadi saya saat bepergian ke sebuah &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/08/09/little-mutineer-nan-suka-menyogok/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=210&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua perenungan termutakhir saya.  Happy Reading! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Little Mutineer</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya pernah mendengar bahwa semakin dewasa, manusia akan semakin jarang bertanya. Bandingkan jika anda mengadakan perjalanan dengan seorang anak TK dan dengan seorang dewasa. Dimungkinkan sekali orang dewasa disamping anda tidak akan anda kenal sampai tiba ditempat tujuan. Ini pengalaman pribadi saya saat bepergian ke sebuah kota yang jarak tempuhnya sekitar 5 jam. Dari awal sampai akhir saya sukses tidak bertegur sapa dengan orang di samping saya. Selain karena saya memutuskan untuk tidur saja agar tidak mual, orang disebelah juga sepertinya tidak berminat untuk memulai pembicaraan. Jadi ya klop, saya tidur dia entah ngapain. Saya rasa ceritanya mungkin akan sedikit berbeda jika yang duduk di sebelah saya adalah seorang adik kecil. Mungkin sepanjang perjalanan dia sibuk bertanya tentang pemandangan di kanan kiri atau pertanyaan lainnya. Baik itu pertanyaan penting maupun pertanyaan ‘gak penting yang sedikit mengganggu’.</p>
<p>Kenapa pertanyaan semakin berkurang sejalan dengan fungsi waktu ya? Apa karena kita sudah merasa tahu semakin banyak jawaban atas pertanyaan itu? Kenapa kita tidak bertanya, “ Kok daun warnanya hijau ya?” ya karena kita sudah tahu apa itu klorofil. Pasti saat kita masih TK kita belum tahu apa yang menyebabkan daun berwarna hijau.</p>
<p>Atau karena kita sok tahu? Padahal mungkin saja kita belum terlalu tahu dan kita tersesat dalam ke’soktahu’an kita? Semoga bagian ini tidak terjadi.</p>
<p>Jika direfleksikan lebih dalam saya merasa hal itu sejalan juga dengan hubungan kita dan Tuhan kita. Semakin banyak anda bertanya maka anda harus semakin <em>aware</em> dengan pengenalan anda akan Tuhan anda. Jangan-jangan selama ini ‘level’ kita masih di tingkat anak TK yang banyak tanya dengan pertanyaan ‘gak penting yang sedikit mengganggu’? Kenapa aku harus mengalami cobaan  ini, Tuhan? Kenapa aku harus mengalami sakit hati? Kenapa aku harus ‘jatuh’ dalam hal yang itu-itu aja? Kenapa aku harus mengalami sakit penyakit? dan kenapa-kenapa yang lain.</p>
<p>Apalagi kalau kita tidak sekadar bertanya, kita juga merengek, protes, bahkan marah? Semakin menunjukkan ke’TK’an kita. Bukankah ciri-ciri merengek, banyak protes dan cepat marah jika tidak dituruti kemauannya itu sikap yang sangat lekat dengan anak kecil.</p>
<p>Kadang saya perlu ambil waktu sejenak untuk bertanya pada diri saya. Apa jangan-jangan selama ini saya masih tidak naik-naik dari level TK? Usia sudah tingkat mahasiswa, tapi kerohanian masih tingkat anak TK. Sangat menyedihkan jika itu terjadi. Kita tertinggal berpuluh-puluh tahun dari usia kita yang sebenarnya.</p>
<p>Apakah anda terlalu sering bertanya kepada Tuhan dan ujung-ujungnya protes? Mungkin saja saat ini Ia bosan dengan pertanyaan anda yang itu-itu saja dan tidak bermutu.</p>
<p><strong>Menyogok Tuhan </strong></p>
<p>Rasanya mendengarnya saja sudah mengerikan. Namun tanpa sadar saya merasa sering melakukannya.</p>
<p>“ Tuhan, kalau IP aku segini, aku bakal lebih rajin pelayanan deh,”</p>
<p>“Tuhan, kalau aku dapat kerjaan ini, aku pasti bakal kasih semua gaji pertamaku buat Kamu,”</p>
<p>“ Tuhan, kalau aku sembuh, aku pasti gak makan cabe secara barbar lagi deh,”</p>
<p>Mungkin kalau Tuhan tega, Dia bisa jawab, “MASA BODO DEH SAMA PELAYANAN, GAJI PERTAMA, DAN KEBIASAAN MAKAN CABEMU! EMANG GUE PIKIRIN!”</p>
<p>Untunglah Beliau tidak seperti itu.</p>
<p>Sering sekali kita <em>bargaining</em> dengan Tuhan. Tawar-menawar seperti sedang di pasar. Padahal apa hak kita melakukan tawr-menawar ya? Kalu dipikir-pikir kan tawar-menawar hanya bisa dilakukan oleh penjual dan pembeli yang notabene tingkatannya setara. Apa kita mau menyetarakan diri dengan Tuhan? Rasanya sering sekali kita bertingkah terlalu jauh dan bahkan mendekati kurang ajar. Dan itu sering lepas dari perasaan bersalah kita. Termasuk saya. Kita tidak merasa menyogok Tuhan adalah perbuatan yang salah. Kita merasa itu hal yang wajar. Hal yang wajar kita dapatkan setelah kita melakukan semua hal yang Ia kehendaki. Atau mungkin di tingkat yang lebih parah lagi bukan sekadar menyogok, tapi sudah cenderung mengancam. Itu kita sudah bukan setara lagi, tapi sudah berada lebih tinggi dariNya. Whoops, beware!</p>
<p>“ Tuhan, kalau aku gak dapatin dia, aku bakal kecewa banget Tuhan. Aku mau mogok makan!”</p>
<p>Untung Tuhan gak jawab,  “ So what? Lu mau mogok makan juga gak ada ngerugiin gua!”</p>
<p>Semua berkat yang kita terima itu anugerah dariNya. Just only by HIS Grace! Jadi, kita gak perlu nyogok atau bahkan ngancem Tuhan dulu biar dapet berkatNya.</p>
<p>Memang terkadang bukan hal yang mudah karena di dunia ini kita selalu diajarkan sistem ‘upah or imbalan’. Apapun yang kita kerjakan semuanya akan diganjar dengan upah. Misalnya kalau zaman dulu mau dapet uang jajan extra maka kita harus bantu mama papa. Untuk dapat ‘ini’ maka harus mengerjakan ‘itu’.</p>
<p>Semua akan berpatokan pada sistem ‘ini itu’. Termasuk dalam hal ajar-mengajar. Kalau rajin mengerjakan PR maka nilai tugas akan baik. Masa bodoh itu tugas dikerjain bokap, nyokap atau pembantu lu yang penting kalau mau nilai tugas baik ya harus ngerjain PR. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk meraih sesuatu maka harus ada yang dikorbankan. Sebenarnya paham itu baik jika yang dilihat adalah prosesnya, bukan hasilnya.</p>
<p>Jika yang dilihat membantu mama papanya tanpa memikirkan embel-embel uang jajan extranya maka tentu tidak akan menjadi masalah. Uang jajan extra hanya menjadi hadiah yang mungkin didapat, mungkin juga tidak. Tergantung yang mama papa kita. Yang punya otoritas menentukan kita dapat uang jajan extra atau tidak.</p>
<p>Bukannya saya sok tahu, tapi saya rasa ini salah satu parenting guide agar anak-anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang ‘mengerjakan sesuatu demi mendapatkan sesuatu’. Just do it kalau kata sebuah iklan.  Mereka tidak dengan mudah memutuskan untuk menyogok demi mendapatkan hal yang mereka inginkan.</p>
<p>Saya rasa juga akan lebih mudah merasakan indahnya bersyukur jika menerapkan prinsip Just Do It ini. Satu yang pasti, kita tidak tumbuh dalam generasi yang mudah menyogok seseorang, sesuatu, atau bahkan Tuhan kita sendiri.</p>
<p>Jogja, August 8<sup>th</sup>, 2011_ 12.55 am</p>
<p>Best Regards,</p>
<p>_JaNeY</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=210&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/08/09/little-mutineer-nan-suka-menyogok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Start is the Essential Part 2</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/30/start-is-the-essential-part-2/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/30/start-is-the-essential-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 17:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..LoVe and LiFe experimenTs..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dipikir-pikir saya memutuskan untuk melanjutkan tulisan sebelumnya (Start is the essential part 1). Sebelumnya sudah dibahas bagaimana meyakini apakah panggilan anda single or married. Kalau sudah yakin yang kedua baru boleh melanjutkan bacaan selanjutnya. Happy blogging Pertama-tama harus diyakinkan dulu bahwa marriage is a calling! Jadi memang ada orang-orang yang dipanggil untuk tidak menikah &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/07/30/start-is-the-essential-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=206&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dipikir-pikir saya memutuskan untuk melanjutkan tulisan sebelumnya (Start is the essential part 1). Sebelumnya sudah dibahas bagaimana meyakini apakah panggilan anda single or married. Kalau sudah yakin yang kedua baru boleh melanjutkan bacaan selanjutnya. Happy blogging <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertama-tama harus diyakinkan dulu bahwa marriage is a calling! Jadi memang ada orang-orang yang dipanggil untuk tidak menikah dan hal itu bukannya lebih buruk daripada orang-orang yang dipanggil untuk menikah. Namanya panggilan ya berarti tidak semua harus dipanggil untuk melakukan satu hal tertentu kan. Bisa jadi ia dipanggil untuk melakukan hal yang lain. Jadi selidikilah terlebih dahulu apa yang menjadi panggilan anda. Jika anda yakin bahwa panggilan anda adalah menikah dan anda sudah menemukan pasangan yang tepat maka silahkan menuju langkah selanjutnya.</p>
<p>Ada 7 kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pernikahan:</p>
<ol>
<li>Melengkapi</li>
<li>Penghiburan</li>
<li>Komunikasi</li>
<li>Seks</li>
<li>Penciptaan/keturunan</li>
<li>Jalinan/hubungan</li>
<li>Pewartaan kabar baik</li>
</ol>
<p>Ingatlah bahwa pernikahan itu komitmen seumur hidup. Jadi saya rasa tidak berlebihan jika salah satu keputusan terpenting dalam hidup anda adalah menentukan bagian ini. Dua orang yang mengambil komitmen menjadi satu dalam kesatuan milik Allah (Mat.19:6). Bahkan dalam bahasa aslinya kata ‘dipersatukan’ sebenarnya adalah kata ‘disatukukkan’. Ilustrasi satu kuk dapat lebih dipahami lewat dua ekor sapi yang biasa dipakai untuk membajak sawah. Agar mereka selalu sejalan maka dipasangkan sebilah kayu yang mengikat keduanya untuk selalu bersama. Kayu tersebut memang berat namun kayu itulah yang selalu mempersatukan.</p>
<p>Baru-baru ini saya juga semakin diperlengkapi lewat tulisan di Majalah Pearl tentang istri Ayub. Jika anda ingat kisah ini, pernahkah anda terpikir mengapa Iblis tidak mengambil istri ayub? Sedangkan si Iblis  diperbolehkan mengambil harta, kesehatan, sahabat sampai semua anak Ayub?? Sangat menarik! Kalau saya jadi Iblis pasti saya sekalian mengambil istrinya sekalian. Namun ternyata apa jawaban yang saya peroleh?</p>
<p>Ingatlah Kejadian 2: 23 berkata:</p>
<p>“ Lalu berkatalah manusia itu: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab Ia diambil dari laki-laki.”</p>
<p>Bandingkan dengan kata-kata Tuhan dalam Ayub 1: 12 dan Ayub 2: 6, yaitu:</p>
<p>Ayub 1:12 : Maka firman Tuhan kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu kepada dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan.</p>
<p>Ayub 2: 6: maka firman Tuhan kepada Iblis : “Nah, ia ada dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.”</p>
<p>Wow! Dari ayat-ayat tersebut dapat dilihat bahwa Iblis boleh mengerjakan apapun asalkan hal itu tidak menghilangkan nyawa Ayub. Dan jika dilihat bahwa istrinya adalah tulang dari tulangnya dan daging dari dagingnya maka secara tidak langsung bahwa Istri ayub adalah ayub sendiri! Jika istrinya mati berarti Iblis juga sudah membunuh Ayub secara tidak langsung. Dan lihat bagaimana Iblis pun sebenarnya sangat menghormati hubungan ini. Ia tidak berani menganggu gugat nyawa istri Ayub karena itu sama saja menghilangkan nyawa Ayub. Oh God, How great are You!</p>
<p>Jadi, jangan pernah main-main dengan ikatan pernikahan! Hal itu sangat terhormat dan berharga tidak saja bagi anda, tapi bagi Iblis sekalipun. Waw!!!</p>
<p>Maka jagalah komitmen anda dengan sepenuh hati. Komitmen apa saja yang harus dijaga?</p>
<ol>
<li>Komitmen untuk menikah</li>
<li>Komitmen untuk lepas dari masa lalu</li>
<li>Komitmen untuk mencintai</li>
<li>Komitmen untuk berubah</li>
<li>Komitmen untuk memahami diri sendiri</li>
<li>Komitmen untuk mengevaluasi &amp; memahami sasaran</li>
<li>Komitmen untuk mengambil keputusan</li>
<li>Komitmen untuk berkomunikasi</li>
<li>Komitmen untuk mendengarkan</li>
<li>Komitmen untuk menyelesaikan konflik : say no to “terserah”</li>
<li>Komitmen untuk mengontrol amarah</li>
<li>Komitmen untuk menjaga hubungan dengan mertua</li>
<li>Komitmen untuk mengampuni dan berdoa bersama</li>
</ol>
<p>Banyak sekali ternyata komitmen yang harus dikerjakan. Maka sebelum anda menikah ada hal-hal penting yang harus disiapkan seperti:</p>
<ol>
<li>Spiritualitas</li>
<li>Keterbukaan/komunikasi</li>
<li>Pemahaman hidup beriman</li>
<li>Aspek keuangan : akan tinggal dimana, manajemen keuangan seperti apa, dll.</li>
<li>Pendidikan : tingkat pendidikan masing-masing dan pola mendidik yang akan diterapkan</li>
<li>Budaya : seperti tata karma atau budaya keluarga</li>
<li>Kesehatan : riwayat sakit penyakit baik itu bawaan atau yang tidak diketahui sebelumnya</li>
<li>Karakter : pembawaan diri dan bentukan-bentukan dalam hidupnya</li>
</ol>
<p>Well, selamat mempersiapkan diri! Dimanapun posisi anda saat ini (menunggu pasangan, mecari jawaban tentang panggilan penikahan, menjalin hubungan, atau mempersiapkan pernikahan), jangan pernah mengeluh dan bersungut-sungut kepada Tuhan. Nikmati setiap prosesnya! Undang Ia dalam proses pencarian jawabannya, jangan berusaha mencsri jawaban dengan kekuatan sendiri. Anda tetap membutuhkan sosokNya dalam pencarian jawaban anda dalam setiap <em>stage</em>-nya. Selamat menggumulkan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=206&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/30/start-is-the-essential-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tusuk Gigi dan Pasar Bebas ASEAN (Part 2)</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-2/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 13:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..ordinary Miracle life..]]></category>
		<category><![CDATA[inSpiratiOnaL stoRy from anoTher peopLe :))]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan melanjutkan pengalaman saya mengikuti Sarasehan Blogger kemarin. Semoga bisa menambah pengetahuan. Bagi yang belum tahu maksud pasar bebas ASEAN mungkin dengan segala keterbatasan saya ijinkanlah kiranya saya membagikan sedikit hal yang saya tangkap saat mendengar uraian Si Bapak yang semakin terkenal lewat iklan salah satu merk jamu tersebut. Analogi gampangnya, pasar bebas itu &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=200&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya akan melanjutkan pengalaman saya mengikuti Sarasehan Blogger kemarin. Semoga bisa menambah pengetahuan.</p>
<p>Bagi yang belum tahu maksud pasar bebas ASEAN mungkin dengan segala keterbatasan saya ijinkanlah kiranya saya membagikan sedikit hal yang saya tangkap saat mendengar uraian Si Bapak yang semakin terkenal lewat iklan salah satu merk jamu tersebut. Analogi gampangnya, pasar bebas itu adalah keadaan dimana setiap warga ASEAN bebas untuk saling berjual beli dan bertransaksi tanpa harus memikirkan bea masuk dan lain-lain. (Maaf, Pak Dubes atau Pak Anggito kalau saya salah! Correct me if I’m wrong <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Pada saat pasar bebas ASEAN dijalankan maka berbagai produk dari Negara tetangga akan leluasa masuk ke Negara kita dan demikian juga sebaliknya. Jika ditimbang-timbang ada sisi positif maupun negatifnya. Yang pasti barang yang murah pasti akan laku! Itu kuncinya kata Pak Anggito. Saat peraturan ini berlaku maka turis dari Negara-negara sahabat akan sangat mudah masuk ke Indonesia. Mereka tidak perlu mengurus banyak dokumen untuk berwisata ke Indonesia. Mereka juga bisa leluasa berbelanja di <em>factory outlet, </em>di Bandung misalnya. Tentu hal ini akan menguntungkan Indonesia dari sisi penjualan produk. Barang FO Bandung yang jauh lebih murah daripada barang sejenis di Singapura pasti akan menggiurkan warga Singapura untuk menghabiskan pundi-pundi mereka di Negara kita. Apakah setelah membaca bagian ini anda kepikiran untuk membuka FO di bandung? Itu manusiawi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Selain itu, konsumen dari Negara-negara tetangga tersebut kemungkinan besar memiliki daya beli yang lebih tinggi. Maksudnya apa?</p>
<p>Ya, kalau mungkin untuk orang Indonesia yang merupakan seorang mahasiswa dan masih kos-kosan. Ditambah lagi berambut amburadul dan berbaju kusut pasti seorang penjual di sepanjang Malioboro tidak akan tega memberikan harga yang tinggi. Kalau harga pembukaannya sang penjual menjual dengan harga 100.000 dan kemudian ditawar mati-matian menjadi 15.000 (dengan jurus pura-pura tidak jadi membeli) ya pasti akhirnya si penjual juga akan melepaskan barang tersebut. Padahal mungkin untungnya Cuma 5.000. “ Iya deh, sebagai pelaris aja ya mbak ini. Biasanya saya gak pernah mau kasi harga sampai segini loh!” katanya sambil membungkus barang dengan kresek hitam yang sekusut wajahnya. Namun jika skenarionya diganti dengan turis dari Brunei yang datang dan hanya menawar dari 100.000 menjadi 95.000 berarti kan untung si penjual bisa berapa ratus lipat? Itupun si turis Brunei sudah senang bukan kepalang karena merasa mendapat barang super duper murah dan bisa dia pamerkan ke rekan-rekannya nanti. Itu contoh simpelnya bagaimana daya beli konsumen akan lebih tinggi jika pasar bebas ASEAN dibuka nanti.</p>
<p>Inilah salah satu kunci kemenangan China dalam memenangkan persaingan pasar global saat ini. Negara ini dapat memproduksi secara massal dengan harga murah. Mengapa bisa murah? Karena kapasitas produksi mereka sangat besar! Selain masalah perbedaan mutu bahan baku yang digunakan ya ini. Seperti yang saya pelajari di Perancangan Pabrik Kimia, jika kita ingin menaikkan keuntungan maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaikkan kapasitas produksi. Weleh, ternyata ilmu keteknikan saya nyambung dengan teori makhluk-makhluk ekonomi. Hehehe. Back to China, menurut Pak Anggito Negara ini merupakan Negara yang strategis untuk dirangkul sebagai partner ekonomi dalam menghadapi gempuran Amerika dan Uni Eropa. If you can’t bite them, you could join them. Demikian kata beliau. WAW! Iya juga ya pak? Asal kita jangan jadinya dibego-begoin orang China deh pak! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain sisi positif pastinya akan ada sisi negatif yang muncul dari pasar tunggal ini. Salah satunya adalah dengan semakin <em>mobile</em>nya manusia-manusia di wilayah ASEAN. Hari ini kita berada di Jogja, besok bisa saja kita sedang liburan di Phuket dan lusanya sudah berada di Sungai Mekong. Yang pasti buronan sekelas Bu Nunun atau Pak Nazar akan semakin sulit dideteksi keberadaannya! Apalagi Edi Tansil ya kalau begitu? (Apa anda masih ingat kasus Edi Tansil?Apa kabar ya?)</p>
<p>Mau tidak mau, siap tidak siap tahun 2015 sudah di depan mata. Sebaiknya kita bisa mulai mempersiapkan diri kita sebagai orang-orang yang melek dengan pasar bebas ini. Jangan sampai pas sudah tahun 2015 kita koar-koar gak ngerti apa itu pasar bebas! Protes sana-sini dan teriak-teriak sama pemerintah padahal sebenarnya kitanya saja yang bagai katak dalam tempurung. Gak mau dibilang katak kan? So, prepare yourself guys!</p>
<p>Pasar bebas sendiri sudah ada dari lama, contoh gampangnya Uni Eropa yang bersatu dan salah satu bentuknya dengan mengeluarkan mata uang Euro (kecuali Negara Prince Wil yang masih kekeuh sampai saat ini). So, kira-kira nanti bakal ada mata uang ASEAN gak ya? Kayaknya seru kan kalau ada mata uang bersama?</p>
<p>Eits, jangan keburu repot nyari nama untuk mata uang bersama ASEAN dulu! Masalahnya adalah tingkat ekonomi Negara-negara ASEAN yang cukup beragam. Ada yang maju banget, ada yang masih merangkak. Cara mudahnya lihat saja dari pendapat perkapitanya! Mari kita bandingkan Negara tercinta kita ini dengan Singapura. GDP per kapita Indonesia tahun 2009 $ 2.362 (dengan kurs $1 = Rp. 9.500,- maka didapat sekitar Rp.22.439.000,- per tahun) atau sekitar Rp. 1.869.917,- per bulan. Sedangkan GDP per kapita Singapura berapa ya?</p>
<p>Tahun 2009 GDP per kapita Singapura $36.631,- atau sekitar Rp. 28.999.542,- per BULAN! Sangat jauh kan! Kalau begini siapa yang untung?</p>
<p>Jawabannya tidak ada. Karena biasanya untuk menentukan kurs akan diambil nilai rata-rata dan hal ini akan menyebabkan yang bawah harus naik ke atas sedangkan yang atas akan melongok ke bawah. Itulah yang menyebabkan akan sangat susah untuk dibuat mata uang bersama di ASEAN. Kecuali mungkin ada yang mengalah. Saya juga tidak terlalu paham. (Data-data GDP diambil dari buku Selayang Pandang ASEAN yang dibagikan secara cuma-cuma dalam sarasehan kemarin)</p>
<p>Jadi itulah sekilas tentang pasar tunggal ASEAN yang akan segera kita hadapi sebentar lagi. Apa tugas pemerintah? Kalau kata Pak Anggito, seorang Birokrat itu harus legowo dan amanah untuk melayani! Yes, servant leadership. Mengambil keputusan untuk menjadi seorang birokrat berarti harus meninggalkan semua harga diri karena harus menjadi pelayan bagi masyarakat luas. Pemerintah pun memegang peranan penting dalam mendukung dan melindungi pihak-pihak ‘kecil’ yang mungkin saja tersingkir dalam pasar bebas ini. Mungkin mereka tidak dapat bersaing, mungkin mereka kurang modal, mungkin mereka kurang terbina, dan berbagai kekurangan yang lain harus segera pemerintah siapkan langkah-langkah ‘pengobatan’nya. Istilahnya pemerintah harus siap ‘pasang badan’ untuk masyarakat kecil ini! Ya, tugas birokrat memang tidak semudah yang kita lihat. Namun pastinya kita harus selalu mendukung pemerintah agar dapat menentukan berbagai keputusan yang tepat untuk setiap kalangan masyarakat. Bukan hanya untuk kalangan ikan paus, tapi juga kalangan ikan teri.</p>
<p>Mungkin itu yang bisa saya bagikan dari Sarasehan kemarin. Semoga bermanfaat bagi anda semua. Keep survive for our beloved country, dudes!</p>
<p>Best Regards,</p>
<p>_NeY_</p>
<p>p.s.: Untuk melindungi Hak Intelektual saya dalam tulisan ini, tolong sekali yaaaa untuk tidak kopas sembarangan. Kalau mau mengutip atau memposting di blog, anda bisa minta izin dengan meninggalkan pesan di komen atau menautkan link ke blog saya. Atas perhatiannya saya ucapkan Arigatoooouu!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=200&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tusuk Gigi dan Pasar Bebas ASEAN (Part 1)</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-1/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 13:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..ordinary Miracle life..]]></category>
		<category><![CDATA[inSpiratiOnaL stoRy from anoTher peopLe :))]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda berpikir mengapa di bagian atas tusuk gigi ada semacam ulir kecil? Apakah itu dibuat hanya atas nama estetika? Atau jangan-jangan itu hanya keisengan sang pembuat tusuk gigi? Silakan anda pikirkan beberapa saat. Apakah pernah terpikir bahwa ulir yang terdapat di tusuk gigi merupakan salah satu bentuk patent. Orang jepang yang termasuk tipe manusia &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=196&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda berpikir mengapa di bagian atas tusuk gigi ada semacam ulir kecil? Apakah itu dibuat hanya atas nama estetika? Atau jangan-jangan itu hanya keisengan sang pembuat tusuk gigi?</p>
<p>Silakan anda pikirkan beberapa saat.</p>
<p>Apakah pernah terpikir bahwa ulir yang terdapat di tusuk gigi merupakan salah satu bentuk <em>patent. </em>Orang jepang yang termasuk tipe manusia hemat merasa bahwa akan sangat sayang jika setiap sekali dipakai tusuk gigi tersebut langsung dibuang. Bukankah masih bisa dipakai lagi? Sepertinya mereka begitu menghargai pohon yang harus ditebang untuk menbuat tusuk gigi tersebut. Lalu apa yang kemudian mereka lakukan? Mereka membuat ulir tersebut agar ketika satu sisi sudah terpakai maka sang pemakai bisa mematahkan bagian ulir tersebut dengan lebih mudah dan kemudian ditaruh melintang di atas meja sebagai ganjalan agar ujungnya tidak kotor terkena meja. Jadi tusuk gigi masih bisa dipakai kembali sewaktu-waktu.</p>
<div id="attachment_198" class="wp-caption alignleft" style="width: 453px"><a href="http://neyevas.files.wordpress.com/2011/07/glorious-toothpick21.jpg"><img class="size-full wp-image-198" title="Glorious Toothpick" src="http://neyevas.files.wordpress.com/2011/07/glorious-toothpick21.jpg?w=750" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Saya mengambil gambar ini dari link :http://www.american.com/archive/2007/november-december-magazine-contents/the-glorious-toothpick</p></div>
<p>Demikian ‘hikayat’ tusuk gigi yang saya dengar dari Mbak Risa Amrikasari atau yang lebih dikenal dengan Rose Heart. Pastinya banyak hal yang bisa diambil dari kisah sederhana tersebut. Mulai dari berharganya lingkungan bagi Bangsa Jepang hingga kecerdasan mereka untuk menemukan sarana penghematan tusuk gigi tersebut. Itulah yang disebut dengan <em>patent</em>, di dalamnya harus ada teknologi. Demikian ujar mbak Risa yang sering merasa tergelitik ketika setiap orang menyebutkan patent untuk setiap hal yang memerlukan perlindungan. Jargon si A mau dipatenkan, slogan si B mau dipatenkan, dan lain-lain. Semua hal ingin dipatenkan saat ini. Padahal jika ditilik lebih dalam Hak Paten akan berbeda dengan Hak Kekayaan Intelektual.</p>
<p>Sebenarnya saya tidak mengerti apa-apa dalam hal hukum perlindungan seperti ini. Tapi menurut saya pembahasan mengenai HKI kemarin Sabtu cukup menarik. Mungkin selama ini kita sendiri kurang <em>aware </em>dengan hak kita yang satu ini. Kalau kita saja tidak melindungi ya bagaimana orang lain mau menghormati hak kita tersebut?</p>
<p>Padahal sebenarnya setiap “produk” keluaran otak kita yang sangat berharga itu sangat dihargai oleh konstitusi! Maka mulailah <em>aware</em> dengan bagian ini. <em>Say no to piracy</em>! Susah sekali memang untuk tidak mengunduh sembarangan, tapi mulailah mengurangi dan menghentikannya. Kalau hak intelektual kita mau dihargai maka kita juga harus belajar menghargai hak orang lain kan!?</p>
<p>Materi sangat berharga ini saya dapatkan ketika mengikuti Sarasehan Blogger ASEAN yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri pada hari Sabtu tanggal 9 Juli yang lalu. Terus terang saya sendiri ikut acara ini hanya bermodal nekat. Sehari sebelumnya melihat pengumuman di <em>twitter</em> Jogja Update, kemudian berusaha DM untuk meminta cara mendaftarkan diri namun tidak berbalas dan keesokan harinya bermodal nekat datang ke Hotel Melia Purosani. Untungnya masih ada tempat!</p>
<p>Terus terang saya sendiri merasa sangat “kecil” saat melongok ke dalam ruangan sarasehan tersebut. Wah, sepertinya isinya <em>blogger-blogger</em> kelas kakap yang sudah sangat diperhitungkan di dunia tulis-menulis dunia maya. Sedangkan saya masih seperti anak bawang. Untungnya perasaan penasaran masih jauh lebih besar daripada perasaan rendah diri. J</p>
<p>Ada tiga sesi yang diberikan pada sarasehan kali ini. Sesi pertama diisi oleh Mas Iman Brotoseno seorang pelaku industri kreatif dan Mbak Risa yang sudah saya sebutkan sebelumnya yang merupakan salah seorang konsultan HKI. Sebagai orang-orang yang banyak menelorkan karya di bidang intelektual tentunya mereka punya banyak sekali pengalaman tentang masalah pembajakan, perlindungan hak intelektual hingga peran industri kreatif dalam perkembangan ekonomi ASEAN secara umum dan Indonesia secara khusus. Semuanya sungguh menarik! Pertanyaan mulai mengalir mulai dari seberapa pentingnya melindungi HKI hingga kontroversi video Briptu Norman pun masuk sebagai list pertanyaan. Apakah sang peng<em>upload video </em>seharusnya mendapat bagian semacam <em>royalty</em> atas buah keisengannya itu?</p>
<p>Setelah makan siang (<em>buffe</em>t euy..hehe), sesi kedua dilanjutkan dengan tema kerjasama sosial budaya ASEAN. Pembicara kali ini adalah Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta dan Mas Anasir sebagai ‘founder’ Jalin Merapi. Pada sesi ini bapak Kepala Dinas banyak membagikan pengalaman bagaimana kota Yogyakarta secara khusus mulai berbenah untuk bekerjasama dengan kota Kyoto di Jepang dalam hal sosial budaya. Sedangkan Mas Nasir banyak bercerita mengenai Jalin Merapi sebagai sarana yang sangat membantu ketika terjadinya bencana Merapi beberapa bulan yang lalu. Satu hal lagi yang membuktikan bahwa sarana internet sebenarnya merupakan salah satu teknologi yang bila digunakan dengan arif bisa sangat membantu kehidupan manusia. Dengan adanya internet maka penyaluran bantuan sangat terbantu jika dibandingkan dengan hanya menggunakan radio semata. Keberadaan jaringan sosial juga tidak kalah berharganya untuk menyampaikan pesan berantai tersebut tidak hanya ke Saudara Se Tanah Air, tapi juga kepada dunia luas. Bahkan hingga saat ini Jalin Merapi masih terus mengerjakan berbagai proyek yang berhubungan dengan tindakan <em>recovery</em> pasca erupsi.</p>
<p>Setelah <em>coffee break</em> dilanjutkan sesi ketiga yang membahas kerjasama ekonomi dan daerah. Bagaimana peranan pemerintah pusat dan daerah menyikapi kerjasama ekonomi ASEAN mengingat akan adanya pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 nanti? Apakah Indonesia sudah siap? Mau tidak mau harus siap! Itu yang dikatakan oleh pembicara siang itu. Bapak Anggito Abimanyu. Seorang dosen fakultas ekonomi UGM yang sempat heboh disorot akibat tidak jadi menduduki kursi menteri keuangan. Selain Pak Anggito masih ada bapak Kholiq Arif Bupati Wonosobo. Sesi ini juga merupakan salah satu sesi yang sangat menarik bagi saya.</p>
<p>Mau tahu bagaimana serunya sesi ketiga ini? Baca postingan selanjutnya ya.. (sepertinya kepanjangan kalau saya gabung di satu tulisan)</p>
<p>Tapi yang jelas ini akan sangat menarik! Salah satunya karena Si Bapak yang menyampaikan materi sangat pintar!</p>
<p>Best Regards,</p>
<p>_Ney_</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=196&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/13/tusuk-gigi-dan-pasar-bebas-asean-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://neyevas.files.wordpress.com/2011/07/glorious-toothpick21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Glorious Toothpick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepercik Kenangan Lewat Wangi</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/03/sepercik-kenangan-lewat-wangi/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/03/sepercik-kenangan-lewat-wangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 15:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Sophia masih memandang secangkir latte dihadapannya yang mulai mendingin. Busa indah berbentuk hati di cangkir itu sudah tidak berbentuk lagi. Ia sudah mengaduk dan menghancurkan membentuk pusaran berwarna coklat muda. Menunggu memang bukan hal yang menyenangkan. Itu pasti. Terlebih jika yang ditunggu adalah orang yang seharusnya tidak boleh terlambat. Hari ini hari ulang tahunnya, &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/07/03/sepercik-kenangan-lewat-wangi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=192&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8211;</p>
<p>Sophia masih memandang secangkir <em>latte</em> dihadapannya yang mulai mendingin. Busa indah berbentuk hati di cangkir itu sudah tidak berbentuk lagi. Ia sudah mengaduk dan menghancurkan membentuk pusaran berwarna coklat muda. Menunggu memang bukan hal yang menyenangkan. Itu pasti. Terlebih jika yang ditunggu adalah orang yang seharusnya tidak boleh terlambat. Hari ini hari ulang tahunnya, tapi dimana Basti yang seharusnya sudah datang lebih awal dari ia? Basti memang selalu seperti itu. Tidak pernah bisa diandalkan dalam saat-saat penting. Sepertinya planet dimana ia dan Basti hidup memiliki perputaran yang berlawanan. Basti dengan kehidupan rutinitas kantornya yang sangat konvensional dan Sophia yang sangat bergejolak dengan dunia seninya. Walaupun ia tak dapat menampik bahwa Basti sangat menyayanginya. Basti itu figur ayah yang akan sangat ideal. Charming, mapan, gak neko-neko, ngemong, dan sebagai-sebagainya.</p>
<p>Tik tok tik tok. Rasanya detak jam yang ada di ruangan itu begitu keras berdetak di kepala Sophia. Tiap detak yang seakan menemaninya membunuh sepi. Matanya hanya tertuju pada layar <em>handphone</em>nya. Seakan menunggu sebuah panggilan atau pesan singkat masuk untuk menjelaskan mengapa keadaan buruk ini terjadi. Café itu tidak ramai. Hanya ada seorang pria berpakaian kemeja hitam polos yang duduk didepannya membaca buku. Novel sepertinya. Sophie tidak dapat melihat wajah pria itu karena ia duduk membelakanginya. Namun dari belakang, pria ini tampaknya cukup tampan pikirnya sambil tersenyum kecil. Dan ia wangi! Ya, dari tadi ternyata hidungnya mencoba mengakrabi bau pria ini. Baunya seperti bau coklat. Sepertinya ia memakai parfume beraroma coklat yang akhir-akhir ini cukup sering digembar-gemborkan produsen parfume terkemuka.</p>
<p>Tanpa sadar ia terus berusaha mengendus bau ini.  Walaupun ia sudah sering melihat iklan produk itu, tapi ia belum pernah secara langsung mencium aroma parfume ini. Ia berusaha menebak-nebak kepribadian pria ini. Pasti ia tipe introvert yang sering menyendiri tanpa kehilangan sifat hangatnya. Mungkin dia ini mungkin dia itu. Ya, mungkin.</p>
<p>Pintu café tiba-tiba terbuka.</p>
<p>“ Sayang, maaf. Klien tiba-tiba meminta pertemuan besok dipercepat hari ini. Happy birthday dear!” kata Basti sambil memberi seikat mawar yang sudah hampir layu. Basti tidak akan mampu memilih bunga yang segar terutama dengan keadaan seperti saat ini. Walaupun raganya berada di sini dapat dipastikan otaknya mungkin masih tertinggal dikantornya sana.</p>
<p>“ Tidak apa-apa. Tapi aku sepertinya sudah tidak ingin berulang tahun saat ini. Basti, aku rasa kamu capek. Sebaiknya kamu pulang. Aku naik busway saja. Tidak perlu merasa bersalah.” Kata Sophie datar.</p>
<p>“ Come on dear, I’m really sorry. Jangan dibesar-besarkan deh! Aku seharian di kantor udah banyak masalah. Aku kesini bukan untuk nambah-nambahin masalah! Aku mau relaxing my mind sekarang! “</p>
<p>Terdengar suara kursi terseret. Sepertinya ia beranjak. Mungkin merasa terganggu dengan nada suara Basti yang mulai meninggi. Sophie masi tertunduk di kursinya. Basti duduk tepat di depannya, ia tetap tidak akan melihat si kemeja hitam karena terhalang Basti. Selain itu ia juga sedang menahan air matanya agar tidak tumpah.</p>
<p>Pria itu lewat disebelahnya. Sophia hanya sempat melihat tas selempang kecil yang digunakannya. Dan bau itu kembali menghambur mengikuti sekelibat bayangan disebelahnya. Entah mengapa ia seperti terasa berbincang-bincang dengan pria itu lewat bau. Aneh sekali. Lewat bau coklat lembut itu mereka seperti sedang berbincang-bincang dengan ditemani hot chocolate. Ditambah vanilla dan gula cair. Detik yang seakan berubah menjadi jam-jam panjang yang hangat.</p>
<p>“ Sayang, do you hear me? “ suara Basti memecah semua imajinasinya.</p>
<p>“ Sudahlah, saya sedang tidak ingin berbicara denganmu! Saya tahu kamu capek, dan mungkin sekarang saya juga sedang capek menunggu seseorang sekitar 2 jam! Okey, terimakasih! “ katanya sambil meninggalkan Basti yang masih terduduk di hadapannya. Basti berusaha menangkap tangan Sophia.</p>
<p>“ Sof, okey aku salah tapi please be mature! Jangan keras kepala!”</p>
<p>“Iya, saya memang keras kepala. Mungkin itu nama tengah saya.” Tandas Sophia sambil berlalu dari hadapan Basti. Sophia berlalu dan mulai sesengukan. Pertengkaran lagi. Entah apa mereka mulai tidak sejalan. Dan selalu seperti ini. Basti hanya terdiam seakan perlu waktu berjam-jam untuk mencerna kata-kata Sophia. Kejar aku! Peluk aku dari belakang sambil mengucapkan kata maaf! Percuma, Basti tidak akan sepeka itu. Basti begitu kaku.</p>
<p>Air mata masih menetes satu persatu menemani perjalanan di dalam busway yang cukup dingin itu. Bus berhenti dari shelter satu ke shelter selanjutnya. Otak Sophia masih dipenuhi dengan Basti dan masa depan hubungan mereka. Satu persatu orang keluar dan masuk bus itu. Semua pasti punya masalahnya masing-masing. Mungkin saat ini pikiran semua orang di dalam bus ini sedang tidak di dalam bus. Mungkin hanya raga mereka yang ada di dalam bus ini. Tubuh mereka seperti diset <em>auto pilot</em>. Dan <em>abracadabra</em>! Semua berjalan lancar. Bisa berjalan sendiri, berbicara, dan berbgai kegiatan lainnya.</p>
<p>“ Maybe you need this,” kata seseorang disebelah Sophia sambil menawarkan sapu tangannya</p>
<p>“ Maaf, saya tidak punya tissue, go green activities, “ katanya sambil tersenyum.</p>
<p>“ Terimakasih, saya terlihat sangat berantakan ya?”</p>
<p>“ Ada waktunya kita sangat berantakan, ada waktunya kita sangat rapi, itu bukan menjadi masalah yang penting, yang penting bagaimana mengubah keadaan berantakan menjadi rapi kembali,”</p>
<p>Bus berhenti di shelter selanjutnya.</p>
<p>“ Okay, saya harus turun. Semoga bisa segera menjadi rapi,” katanya sambil tersenyum hangat. Dia punya lesung pipi yang begitu menawan ternyata.</p>
<p>“ Tapi, sa-saputangan anda? “ kata Sophia terbata.</p>
<p>“ Keep it for you and Happy Birthday,” katanya sambil berlalu.</p>
<p>Dan yang tertinggal hanya bau coklat yang kembali terhambur mengikuti sekelibat bayangan yang berlalu. Ya bau coklat itu. Yang sangat dikenalnya. Dan sekarang ditambah saputangannya. Sophia tidak tahu siapa nama pria itu, ia tidak pernah bertemu lagi dengannya, tapi setiap ia mencium bau parfume itu pasti memorinya terhambur pada pria berkemeja hitam dan sapu tangannya. Biarlah semua menjadi memori indah yang hanya terkenang lewat sebatas parfume beraroma coklat.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Yogya, July 2<sup>nd</sup>, 2011 – 1.29 am</p>
<p>Setelah sekian lama tidak membuat cerpen.</p>
<p>All characters in this story are fiction.</p>
<p>&gt;&gt; Pernah kah anda merasa bahwa memori ternyata tidak hanya sebatas ingatan. Kenangan kita tidak hanya tersimpan dalam bentuk potongan-potongan cerita yang mungkin berkelebat dalam ingatan ketika kita merasa teringat sesuatu.</p>
<p>Pernahkah anda merasa teringat sesuatu atau seseorang lewat bau? Ketika wangi itu hadir maka ingatan anda akan menghambur seperti bau yang semerbak. Parfum memang gambaran mudahnya bagaimana bau bisa menginvasi kenangan kita. Bau membantu kita mengenali sesuatu. Bau membantu kita untuk mengingat bagian tertentu dalam hidup kita. Dan hal itu seringkali sangat sentimentil sekali.</p>
<p>Dan saya juga sering mengalaminya. Honestly, sometimes it really fun but sometimes it kick you to dying area. Argh, hanya karena bau.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=192&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/07/03/sepercik-kenangan-lewat-wangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#edisigalau</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/09/edisigalau/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/09/edisigalau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 17:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[#edisigalau request dari Nath buka folder tulisan jadul, saya putuskan ini saja deh yang saya publish. Ini yang paling gak galau nath. Hahaha. Enjoy, semoga jadi gak galau setelah baca. (kok bisa?:p) Ketika kau tersadar… hari telah berlari terlampau cepat… kau tak tahu bagaimana mengejarnya… hanya detik yang bisa menyadarkanmu… begitu berharganya kau bagi dunia… &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/06/09/edisigalau/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=188&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>#edisigalau request dari Nath</p>
<p>buka folder tulisan jadul, saya putuskan ini saja deh yang saya <em>publish</em>. Ini yang paling gak galau nath. Hahaha. Enjoy, semoga jadi gak galau setelah baca. (kok bisa?:p)</p>
<blockquote><p>Ketika kau tersadar…</p>
<p>hari telah berlari terlampau cepat…</p>
<p>kau tak tahu bagaimana mengejarnya…</p>
<p>hanya detik yang bisa menyadarkanmu…</p>
<p>begitu berharganya kau bagi dunia…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ketika pusaran kehidupan menelanmu..</p>
<p>hanyut dalam hidup yang realistis ini…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>bukan karna kau matahari sang penerang…</p>
<p>bukan karna kau embun yang menyejukkan…</p>
<p>hanya karna kau dandelion kecil yang ingin mengenal dunia…</p>
<p>dandelion yang akarnya mengikat erat persahabatan kita…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sahabat…</p>
<p>hidup terlalu singkat untuk dipermainkan…</p>
<p>esensi hidup terlalu dalam untuk diselami seumur hidup itu sendiri…</p>
<p>tidak ada yang terlambat…</p>
<p>yang kau lakukan hanya cukup membuka matamu…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>mensyukuri yang kau miliki…</p>
<p>memandang jauh masa depanmu…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>jGj, 250407_22.17</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=188&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/09/edisigalau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untitled &#8211; Part 2</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/06/untitled-part-2/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/06/untitled-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 16:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..my beautifuL raNdom bRain..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Love that comes with many reasons will soon gone for many reasons. Love that comes without reason will survive for no reason. #ihatequotes do you agree with this quotes? Saya tidak tahu. Saya tidak bisa menyelesaikan tulisan saya. Baru kali ini rasanya tangan saya menolak untuk menari di atas keyboard notebook saya. Bukan karena tidak &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/06/06/untitled-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=184&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Love that comes with many reasons will soon gone for many reasons. Love that comes without reason will survive for no reason. #ihatequotes</p></blockquote>
<p>do you agree with this quotes? Saya tidak tahu. Saya tidak bisa menyelesaikan tulisan saya. Baru kali ini rasanya tangan saya menolak untuk menari di atas keyboard notebook saya. Bukan karena tidak ada inspirasi, tapi karena apa yang mau saya tulis berbeda dengan apa yang saya rasakan. Teoritis tidak sesuai dengan  kejadian aktual. Berat sekali melanjutkan untuk menulis bagian ini.</p>
<p>Jika sampai di bagian seperti ini maka saya memutuskan untuk menunda dahulu untuk melanjutkan tulisan saya. Saya tidak dapat menulis tanpa perasaan. Tulisan saya menjadi terasa kosong dan tidak bernyawa rasanya. Entahlah. Maaf.</p>
<p>ney</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=184&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/06/untitled-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Start is the essential part (Part 1)</title>
		<link>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/01/start-is-the-essential-part-or-start-is-an-important-thing-part-1/</link>
		<comments>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/01/start-is-the-essential-part-or-start-is-an-important-thing-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 16:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neyevas</dc:creator>
				<category><![CDATA[..LoVe and LiFe experimenTs..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neyevas.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Menemukan pasangan hidup yang tepat pastinya memang bukan hal yang mudah. Rasanya Tuhan kok tidak langsung saja ya membisikkan nama pasangan hidup saya dan saya bisa segera menemukannya hingga kami bisa hidup bahagia selamanya? Tidak jarang hal ini membuat banyak orang merasa perasaan campur aduk yang teramat dalam. Biasa disebut galau akhir-akhir ini. Lama tak &#8230; <a href="http://neyevas.wordpress.com/2011/06/01/start-is-the-essential-part-or-start-is-an-important-thing-part-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=177&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menemukan pasangan hidup yang tepat pastinya memang bukan hal yang mudah. Rasanya Tuhan kok tidak langsung saja ya membisikkan nama pasangan hidup saya dan saya bisa segera menemukannya hingga kami bisa hidup bahagia selamanya? Tidak jarang hal ini membuat banyak orang merasa perasaan campur aduk yang teramat dalam. Biasa disebut galau akhir-akhir ini.</p>
<p>Lama tak menulis membuat banyak hal yang ingin dituangkan, tapi belum banyak yang bisa dikembangkan. Jadi, saat ini saya mau menuliskan beberapa hal yang saya dapatkan selama rangkaian Ready To Go Class tentang Relationship yang saya ikuti saja ya. Bagi yang belum tahu tentang ready to go class sendiri sebenarnya adalah kelas pra alumni yang disediakan untuk memperlengkapi lagi setiap pra alumni PMK Teknik memasuki dunia alumni. Ada beberapa <em>term</em> yang diberikan mulai dari pekerjaan, hubungan (relationship), keuangan hingga pelayanan pasca alumni. Kali ini saya ingin menyarikan bagian:  Bagaimana saya yakin dia pasangan hidup saya? Let’ s check it out!</p>
<p>Meyakini sesuatu memang bukan suatu hal yang mudah. Kenapa kita bisa sering tidak merasa yakin? Karena tidak ada orang yang memberikan kepastian. Tidak ada yang meng ‘<em>guarantee</em>’ bahwa pasangan itu adalah pasangan hidup kita. Bahkan dari hasil penelitian diketahui bahwa hampir semua pasangan yang sudah menikah sekalipun pasti pernah mempertanyakan bagian ini. Apakah ia benar pasangan hidup saya? Namun menurut saya secara pribadi pasti kita bisa lebih yakin jika alasan-alasan untuk mengerjakannya lebih jelas dan kita terima. Misalnya kita yakin ingin pergi ke suatu tempat karena kita memang mempunyai alasan kesana dan punya kepentingan di tempat tersebut. Jadi demikian juga untuk bagian ini, kita bisa yakin jika kita memulai dengan benar dan menjalani dengan benar! Jadi jika diawal saja kita sudah tidak dimulai dengan benar maka jangan heran jika keraguan akan segera menghinggapi anda dan mempertanyakan pertanyaan , “ apakah benar ia pasangan hidup saya?</p>
<p>Bagaimana cara memulai dengan benar? Jika kita belajar dari kisah Ribka dan Ishak di Kejadian 24 maka kita akan mendapatkan beberapa hal yang dilakukan Abraham untuk memilihkan calon istri untuk anaknya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Pilih yang seiman : walaupun disekitar Abrahan tersedia banyak wanita cantik, tapi ia tetap rela jauh-jauh mencarikan calon istri yang seiman untuk anaknya. Sikap hidup yang sangat baik untuk diteladani.</li>
<li>Percaya pada Allah : bukan sekadar seiman, tapi ia juga benar-benar percaya pada Allah.</li>
<li>Memiliki kepribadian &amp; karakter yang baik</li>
<li>Menggunakan hikmat yang daripada Tuhan</li>
<li>Memikirkan jauh ke depan</li>
</ol>
<p>Kalau dari Kak Didik sebagai pembicara ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memulai dengan benar, seperti misalnya:</p>
<p>-          Memiliki Kriteria primer &amp; Sekunder yang sesuai</p>
<p>Kriteria Primer :</p>
<ol>
<li>Memiliki panggilan/visi hidup yang sama atau saling menunjang</li>
<li>Memiliki kepribadian yang baik &amp; hidupnya menundukkan diri pada Kristus à karakter &amp; kepribadian jauh lebih penting daripada daya tarik fisik</li>
<li>Ciri-ciri rohani khusus lainnya :</li>
</ol>
<ul>
<li> Untuk wanita cari pria yang bisa ‘ditunduki’ secara rohani</li>
<li> Untuk pria cari wanita yang bisa ditunduki dan dikasihi</li>
</ul>
<p>Kriteria Sekunder:</p>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:Georgia, 'Bitstream Charter', serif;line-height:23px;font-size:14px;">1. Secara fisik</span></p>
<ul>
<li> Bisa menerima &amp; senang dengan keadaan fisik calon pasangan</li>
<li> Cukup PD dan bangga bisa berjalan dengan calon pasangan</li>
<li> Siap apabila pasangan anda nantinya berubah dari bentuk fisik idealnya saat ini</li>
</ul>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:Georgia, 'Bitstream Charter', serif;line-height:23px;font-size:14px;">2. Suku, budaya, &amp; kebiasaan dalam keluarga</span></p>
<ul>
<li> Bisa menerima kebiasaan/budaya dari suku pasangan saudara</li>
<li> Apakah saudara siap menerima segara resikonya?</li>
</ul>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:Georgia, 'Bitstream Charter', serif;line-height:23px;font-size:14px;">3. Kondisi khusus</span></p>
<ul>
<li> Siap menerima calon pasangan yang tidak perawan</li>
<li> Siap menerima calon pasangan yang mandul</li>
<li> Perbedaan umur</li>
<li> Minat, bakat, dan sifat</li>
</ul>
<p>Hal- hal inilah yang harus benar-benar dipikirkan sebelum memulai masa berpacaran. Dari sini saya belajar bahwa memutuskan memasuki suatu hubungan yang lebih serius bukanlah hanya karena perasaan sekejap dan instan. Ada proses pergumulan didalamnya. dan gumulilah itu dengan serius! J</p>
<p>Yang tidak kalah penting pastinya pakailah akal budi yang Allah berikan. Perhatikan apakah ia sepadan dengan kita ditinjau dari segi penyerahan dirinya kepada Allah, kedewasaan iman, emosional, intelektual, usia, dan lain-lain. Dan jangan merasa ragu untuk meminta saran dari orang-orang yang jauh lebih dewasa rohani.</p>
<p>Ada hal menarik yang dibagikan Kak Didik tentang 6 Batu Ujian Cinta, yaitu:</p>
<ol>
<li>Ujian kesediaan untuk memahami dan tidak egoistis</li>
<li>Ujian ketahanan mental &amp; memiliki perspektif</li>
<li>Ujian kebiasaan : Jangan berusaha mengubah pasangan anda, tapi katakanlah “ubahlah pasangan saya melalui perubahan saya sendiri”</li>
<li>Ujian menghargai/menerima : menghargai pasangan, tidak mendominasi, menghargai kesucian</li>
<li>Ujian pertengkaran : bagaimana mengatasi pertengkaran? Sarana untuk belajar mengampuni, dan lain sebagainya</li>
<li>Ujian ruang dan waktu : contohnya seperti LDR (Long Distance Relationship)</li>
</ol>
<p>Nah, jika sudah merasa yakin bahwa ia adalah pasangan hidup anda dan sudah lolos batu ujian cinta berarti anda bisa melanjutkan ke step selanjutnya yaitu persiapan memasuki pernikahan alias Plan To Get Married! Semakin menarik!</p>
<p>Sambung ke bagian selanjutnya yaaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Best Regards,</p>
<p>_NeY_</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/neyevas.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/neyevas.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=neyevas.wordpress.com&amp;blog=7881184&amp;post=177&amp;subd=neyevas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neyevas.wordpress.com/2011/06/01/start-is-the-essential-part-or-start-is-an-important-thing-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bde2857bf3bcac54db7892fa5bdecba4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">neyevas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
