Diam
Kita memilih untuk diam. Memilih untuk menyimpan rapat-rapat dalam kelamnya malam. Memilih untuk mengabaikan semua rasa yang ada. Memilih untuk melanjutkan hidup tanpa bersinggungan. Memilih untuk berdamai dengan luka yang ada.
Kita yang memilih.
Kita yang memilih. Kita.
Jika bayangan itu bukan termasuk kita. Apa ia boleh menyelinap? Apa ia boleh bertaruh dengan rasa rindu?
Kau dimana? Sepertinya rasa rindu ini tak terkalahkan.
Ya, aku rindu. Walaupun aku tetap diam.
Medan, Sept. 25th 2011 _ 01.15 am
Advertisement
Discussion
No comments yet.