//
you're reading...
Uncategorized

Aku, Bunda dan Hari Itu

Hari ini acara pengambilan raport. Sejak pagi bunda sudah mematut-matut dirinya di depan cermin. Ia juga sudah 7 kali berganti baju. Setiap keluar kamar dan memunculkan badan tinggi langsingnya di depan tivi, ia hanya berkata, “Bagus gak Del? Bunda cocok gak ya Del pake baju ini? Duh, kayaknya kehebohan deh ya?” ujarnya sambil kembali masuk ke kamar. Berganti dengan baju lain dan menanyakan hal yang sama. Hanya pertanyaan retoris sepertinya karena aku hanya cukup mengernyitkan dahi. Sepertinya hari ini adalah hari paling penting yang berulang setiap 6 bulanan. Ketika sampai di baju ketujuh aku hanya berkata, “ Bunda mau pake baju apa aja cocok kok, gak penting itu buat Adel,” dan ia pun segera memelukku hangat. Aku tahu ia hanya memerlukan kalimat itu untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Bunda memang cocok pakai baju apa saja. Ia cantik, tinggi, putih dan artis. Mantan artis tepatnya. Sampai kejadian itu. Aku sendiri masih sangat kecil saat itu. Saat bunda dihakimi oleh masyarakat. Saat bunda menjadi public enemy. Tidak mudah survive dari masa-masa itu. Yang jelas sampai sekarang masih banyak orang yang bermulut nyinyir setiap bunda lewat dari hadapan mereka. Untung ia seorang wanita yang kuat.

“ Ayo Del, sudah jam 7 ini. Kamu kok malah daritadi masih di depan tivi aja?”

“ Iya Bun, kan bagi raportnya jam 8. Perjalanan ke sekolah juga palingan 15 menitan. Adel males nunggu lama-lama,”

“ Loh yang mau ambil raport siapa kok malah yang lebih semangat bunda  ya? Ayolah, sapa tau jalanan macet Del. Adelaide, come on! Siap-siap dong naaaak,”

“ Iya deh buuunnn,”

Setengah jam kemudian kami sudah sampai di sekolahku. Aku masih kelas 3 dan kejadian itu sudah terjadi 4 tahun yang lalu. Tapi entah mengapa aku masih saja takut menghadapi hari ini. Bukan karena aku takut melihat nilai-nilaiku. Bukan karena takut tidak naik kelas.

Aku takut melihat kumpulan orang tua murid. Aku benci tatapan mereka. Aku benci basa-basi mereka. Aku benci setengah jam ini. Setengah jam menunggu guru memanggil nama dan membagikan raport kami.

Sebelum turun dari mobil, bunda kembali memastikan riasan dan rambutnya sudah tertata rapi. Ia mencoba menenangkan dirinya. Aku tahu ia juga benci hari ini. Aku tahu ia juga takut menghadapinya. Aku tahu ia sedang menaikkan rasa percaya dirinya. Tapi ia tak pernah mengatakannya.

Kami berjalan bergandengan tangan memasuki halaman sekolah yang sudah ramai dengan orang tua murid dan anak-anaknya. Tangan bunda dingin.

“ Bun, Adel yakin pasti Adel kali ini juara kelas lagi. Minimal juara 2 deh bun,”

Ia masih terdiam dan tersenyum gugup ke arahku. Orang disekitar mulai berbisik-bisik. Mereka mulai pajang senyum palsu ketika kami lewat. Aku tahu mereka membicarakan bundaku tersayang. Aku tahu mereka masih menghakiminya. Aku tahu mereka masih belum bisa tidur nyenyak sampai bunda dihukum seberat-beratnya. Sepertinya mereka belum sadar bahwa hukuman masih terus berlanjut hingga entah sampai kapan.

Kami duduk menunggu di depan kelas. Berusaha membunuh setengah jam yang sangat menyiksa.

“ Ya sayang, Bunda sangat bangga sama Adel. Saking bangganya bunda sampai gak punya rasa takut dan benci lagi sama orang. Semua sudah dikalahkan sama rasa bangganya bunda, Del,” katanya sendu. Aku memeluknya erat. Seperti tidak ingin terpisah sedetik pun. Hanya untuk menguatkannya.

Sayup-sayup terdengar bisikan, “Oh itu yang dulu jadi artis video porno. Udah gede ya anaknya,”

Aku tidak peduli seperti apa mereka menghakimi Bunda. Aku juga tidak bisa melawan mereka. Ini tidak seperti persidangan yang nyata. Mungkin aku hanya bisa sedikit membantu dengan prestasi-prestasi yang bisa membuat bunda bangga.

Yogya, August 10th, 2011 _ 1.03 am

Terinspirasi dari tweet seorang artis yang pernah mengalami penghakiman publik. Namun hanya terinspirasi saja, semua tokoh dan jalan cerita hanya rekaan penulis.

About neyevas

can't explain anything.. just an ordinary girl in extraordinary life.. just want to enjoy my life and give something to other peeps...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.