//
you're reading...
..my beautifuL raNdom bRain.., Uncategorized

Little Mutineer Nan Suka Menyogok

Dua perenungan termutakhir saya.  Happy Reading! :)

Little Mutineer

 

Saya pernah mendengar bahwa semakin dewasa, manusia akan semakin jarang bertanya. Bandingkan jika anda mengadakan perjalanan dengan seorang anak TK dan dengan seorang dewasa. Dimungkinkan sekali orang dewasa disamping anda tidak akan anda kenal sampai tiba ditempat tujuan. Ini pengalaman pribadi saya saat bepergian ke sebuah kota yang jarak tempuhnya sekitar 5 jam. Dari awal sampai akhir saya sukses tidak bertegur sapa dengan orang di samping saya. Selain karena saya memutuskan untuk tidur saja agar tidak mual, orang disebelah juga sepertinya tidak berminat untuk memulai pembicaraan. Jadi ya klop, saya tidur dia entah ngapain. Saya rasa ceritanya mungkin akan sedikit berbeda jika yang duduk di sebelah saya adalah seorang adik kecil. Mungkin sepanjang perjalanan dia sibuk bertanya tentang pemandangan di kanan kiri atau pertanyaan lainnya. Baik itu pertanyaan penting maupun pertanyaan ‘gak penting yang sedikit mengganggu’.

Kenapa pertanyaan semakin berkurang sejalan dengan fungsi waktu ya? Apa karena kita sudah merasa tahu semakin banyak jawaban atas pertanyaan itu? Kenapa kita tidak bertanya, “ Kok daun warnanya hijau ya?” ya karena kita sudah tahu apa itu klorofil. Pasti saat kita masih TK kita belum tahu apa yang menyebabkan daun berwarna hijau.

Atau karena kita sok tahu? Padahal mungkin saja kita belum terlalu tahu dan kita tersesat dalam ke’soktahu’an kita? Semoga bagian ini tidak terjadi.

Jika direfleksikan lebih dalam saya merasa hal itu sejalan juga dengan hubungan kita dan Tuhan kita. Semakin banyak anda bertanya maka anda harus semakin aware dengan pengenalan anda akan Tuhan anda. Jangan-jangan selama ini ‘level’ kita masih di tingkat anak TK yang banyak tanya dengan pertanyaan ‘gak penting yang sedikit mengganggu’? Kenapa aku harus mengalami cobaan  ini, Tuhan? Kenapa aku harus mengalami sakit hati? Kenapa aku harus ‘jatuh’ dalam hal yang itu-itu aja? Kenapa aku harus mengalami sakit penyakit? dan kenapa-kenapa yang lain.

Apalagi kalau kita tidak sekadar bertanya, kita juga merengek, protes, bahkan marah? Semakin menunjukkan ke’TK’an kita. Bukankah ciri-ciri merengek, banyak protes dan cepat marah jika tidak dituruti kemauannya itu sikap yang sangat lekat dengan anak kecil.

Kadang saya perlu ambil waktu sejenak untuk bertanya pada diri saya. Apa jangan-jangan selama ini saya masih tidak naik-naik dari level TK? Usia sudah tingkat mahasiswa, tapi kerohanian masih tingkat anak TK. Sangat menyedihkan jika itu terjadi. Kita tertinggal berpuluh-puluh tahun dari usia kita yang sebenarnya.

Apakah anda terlalu sering bertanya kepada Tuhan dan ujung-ujungnya protes? Mungkin saja saat ini Ia bosan dengan pertanyaan anda yang itu-itu saja dan tidak bermutu.

Menyogok Tuhan

Rasanya mendengarnya saja sudah mengerikan. Namun tanpa sadar saya merasa sering melakukannya.

“ Tuhan, kalau IP aku segini, aku bakal lebih rajin pelayanan deh,”

“Tuhan, kalau aku dapat kerjaan ini, aku pasti bakal kasih semua gaji pertamaku buat Kamu,”

“ Tuhan, kalau aku sembuh, aku pasti gak makan cabe secara barbar lagi deh,”

Mungkin kalau Tuhan tega, Dia bisa jawab, “MASA BODO DEH SAMA PELAYANAN, GAJI PERTAMA, DAN KEBIASAAN MAKAN CABEMU! EMANG GUE PIKIRIN!”

Untunglah Beliau tidak seperti itu.

Sering sekali kita bargaining dengan Tuhan. Tawar-menawar seperti sedang di pasar. Padahal apa hak kita melakukan tawr-menawar ya? Kalu dipikir-pikir kan tawar-menawar hanya bisa dilakukan oleh penjual dan pembeli yang notabene tingkatannya setara. Apa kita mau menyetarakan diri dengan Tuhan? Rasanya sering sekali kita bertingkah terlalu jauh dan bahkan mendekati kurang ajar. Dan itu sering lepas dari perasaan bersalah kita. Termasuk saya. Kita tidak merasa menyogok Tuhan adalah perbuatan yang salah. Kita merasa itu hal yang wajar. Hal yang wajar kita dapatkan setelah kita melakukan semua hal yang Ia kehendaki. Atau mungkin di tingkat yang lebih parah lagi bukan sekadar menyogok, tapi sudah cenderung mengancam. Itu kita sudah bukan setara lagi, tapi sudah berada lebih tinggi dariNya. Whoops, beware!

“ Tuhan, kalau aku gak dapatin dia, aku bakal kecewa banget Tuhan. Aku mau mogok makan!”

Untung Tuhan gak jawab,  “ So what? Lu mau mogok makan juga gak ada ngerugiin gua!”

Semua berkat yang kita terima itu anugerah dariNya. Just only by HIS Grace! Jadi, kita gak perlu nyogok atau bahkan ngancem Tuhan dulu biar dapet berkatNya.

Memang terkadang bukan hal yang mudah karena di dunia ini kita selalu diajarkan sistem ‘upah or imbalan’. Apapun yang kita kerjakan semuanya akan diganjar dengan upah. Misalnya kalau zaman dulu mau dapet uang jajan extra maka kita harus bantu mama papa. Untuk dapat ‘ini’ maka harus mengerjakan ‘itu’.

Semua akan berpatokan pada sistem ‘ini itu’. Termasuk dalam hal ajar-mengajar. Kalau rajin mengerjakan PR maka nilai tugas akan baik. Masa bodoh itu tugas dikerjain bokap, nyokap atau pembantu lu yang penting kalau mau nilai tugas baik ya harus ngerjain PR. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk meraih sesuatu maka harus ada yang dikorbankan. Sebenarnya paham itu baik jika yang dilihat adalah prosesnya, bukan hasilnya.

Jika yang dilihat membantu mama papanya tanpa memikirkan embel-embel uang jajan extranya maka tentu tidak akan menjadi masalah. Uang jajan extra hanya menjadi hadiah yang mungkin didapat, mungkin juga tidak. Tergantung yang mama papa kita. Yang punya otoritas menentukan kita dapat uang jajan extra atau tidak.

Bukannya saya sok tahu, tapi saya rasa ini salah satu parenting guide agar anak-anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang ‘mengerjakan sesuatu demi mendapatkan sesuatu’. Just do it kalau kata sebuah iklan.  Mereka tidak dengan mudah memutuskan untuk menyogok demi mendapatkan hal yang mereka inginkan.

Saya rasa juga akan lebih mudah merasakan indahnya bersyukur jika menerapkan prinsip Just Do It ini. Satu yang pasti, kita tidak tumbuh dalam generasi yang mudah menyogok seseorang, sesuatu, atau bahkan Tuhan kita sendiri.

Jogja, August 8th, 2011_ 12.55 am

Best Regards,

_JaNeY

Advertisement

About neyevas

can't explain anything.. just an ordinary girl in extraordinary life.. just want to enjoy my life and give something to other peeps...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.