Saya akan melanjutkan pengalaman saya mengikuti Sarasehan Blogger kemarin. Semoga bisa menambah pengetahuan.
Bagi yang belum tahu maksud pasar bebas ASEAN mungkin dengan segala keterbatasan saya ijinkanlah kiranya saya membagikan sedikit hal yang saya tangkap saat mendengar uraian Si Bapak yang semakin terkenal lewat iklan salah satu merk jamu tersebut. Analogi gampangnya, pasar bebas itu adalah keadaan dimana setiap warga ASEAN bebas untuk saling berjual beli dan bertransaksi tanpa harus memikirkan bea masuk dan lain-lain. (Maaf, Pak Dubes atau Pak Anggito kalau saya salah! Correct me if I’m wrong
)
Pada saat pasar bebas ASEAN dijalankan maka berbagai produk dari Negara tetangga akan leluasa masuk ke Negara kita dan demikian juga sebaliknya. Jika ditimbang-timbang ada sisi positif maupun negatifnya. Yang pasti barang yang murah pasti akan laku! Itu kuncinya kata Pak Anggito. Saat peraturan ini berlaku maka turis dari Negara-negara sahabat akan sangat mudah masuk ke Indonesia. Mereka tidak perlu mengurus banyak dokumen untuk berwisata ke Indonesia. Mereka juga bisa leluasa berbelanja di factory outlet, di Bandung misalnya. Tentu hal ini akan menguntungkan Indonesia dari sisi penjualan produk. Barang FO Bandung yang jauh lebih murah daripada barang sejenis di Singapura pasti akan menggiurkan warga Singapura untuk menghabiskan pundi-pundi mereka di Negara kita. Apakah setelah membaca bagian ini anda kepikiran untuk membuka FO di bandung? Itu manusiawi
. Selain itu, konsumen dari Negara-negara tetangga tersebut kemungkinan besar memiliki daya beli yang lebih tinggi. Maksudnya apa?
Ya, kalau mungkin untuk orang Indonesia yang merupakan seorang mahasiswa dan masih kos-kosan. Ditambah lagi berambut amburadul dan berbaju kusut pasti seorang penjual di sepanjang Malioboro tidak akan tega memberikan harga yang tinggi. Kalau harga pembukaannya sang penjual menjual dengan harga 100.000 dan kemudian ditawar mati-matian menjadi 15.000 (dengan jurus pura-pura tidak jadi membeli) ya pasti akhirnya si penjual juga akan melepaskan barang tersebut. Padahal mungkin untungnya Cuma 5.000. “ Iya deh, sebagai pelaris aja ya mbak ini. Biasanya saya gak pernah mau kasi harga sampai segini loh!” katanya sambil membungkus barang dengan kresek hitam yang sekusut wajahnya. Namun jika skenarionya diganti dengan turis dari Brunei yang datang dan hanya menawar dari 100.000 menjadi 95.000 berarti kan untung si penjual bisa berapa ratus lipat? Itupun si turis Brunei sudah senang bukan kepalang karena merasa mendapat barang super duper murah dan bisa dia pamerkan ke rekan-rekannya nanti. Itu contoh simpelnya bagaimana daya beli konsumen akan lebih tinggi jika pasar bebas ASEAN dibuka nanti.
Inilah salah satu kunci kemenangan China dalam memenangkan persaingan pasar global saat ini. Negara ini dapat memproduksi secara massal dengan harga murah. Mengapa bisa murah? Karena kapasitas produksi mereka sangat besar! Selain masalah perbedaan mutu bahan baku yang digunakan ya ini. Seperti yang saya pelajari di Perancangan Pabrik Kimia, jika kita ingin menaikkan keuntungan maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaikkan kapasitas produksi. Weleh, ternyata ilmu keteknikan saya nyambung dengan teori makhluk-makhluk ekonomi. Hehehe. Back to China, menurut Pak Anggito Negara ini merupakan Negara yang strategis untuk dirangkul sebagai partner ekonomi dalam menghadapi gempuran Amerika dan Uni Eropa. If you can’t bite them, you could join them. Demikian kata beliau. WAW! Iya juga ya pak? Asal kita jangan jadinya dibego-begoin orang China deh pak!
Selain sisi positif pastinya akan ada sisi negatif yang muncul dari pasar tunggal ini. Salah satunya adalah dengan semakin mobilenya manusia-manusia di wilayah ASEAN. Hari ini kita berada di Jogja, besok bisa saja kita sedang liburan di Phuket dan lusanya sudah berada di Sungai Mekong. Yang pasti buronan sekelas Bu Nunun atau Pak Nazar akan semakin sulit dideteksi keberadaannya! Apalagi Edi Tansil ya kalau begitu? (Apa anda masih ingat kasus Edi Tansil?Apa kabar ya?)
Mau tidak mau, siap tidak siap tahun 2015 sudah di depan mata. Sebaiknya kita bisa mulai mempersiapkan diri kita sebagai orang-orang yang melek dengan pasar bebas ini. Jangan sampai pas sudah tahun 2015 kita koar-koar gak ngerti apa itu pasar bebas! Protes sana-sini dan teriak-teriak sama pemerintah padahal sebenarnya kitanya saja yang bagai katak dalam tempurung. Gak mau dibilang katak kan? So, prepare yourself guys!
Pasar bebas sendiri sudah ada dari lama, contoh gampangnya Uni Eropa yang bersatu dan salah satu bentuknya dengan mengeluarkan mata uang Euro (kecuali Negara Prince Wil yang masih kekeuh sampai saat ini). So, kira-kira nanti bakal ada mata uang ASEAN gak ya? Kayaknya seru kan kalau ada mata uang bersama?
Eits, jangan keburu repot nyari nama untuk mata uang bersama ASEAN dulu! Masalahnya adalah tingkat ekonomi Negara-negara ASEAN yang cukup beragam. Ada yang maju banget, ada yang masih merangkak. Cara mudahnya lihat saja dari pendapat perkapitanya! Mari kita bandingkan Negara tercinta kita ini dengan Singapura. GDP per kapita Indonesia tahun 2009 $ 2.362 (dengan kurs $1 = Rp. 9.500,- maka didapat sekitar Rp.22.439.000,- per tahun) atau sekitar Rp. 1.869.917,- per bulan. Sedangkan GDP per kapita Singapura berapa ya?
Tahun 2009 GDP per kapita Singapura $36.631,- atau sekitar Rp. 28.999.542,- per BULAN! Sangat jauh kan! Kalau begini siapa yang untung?
Jawabannya tidak ada. Karena biasanya untuk menentukan kurs akan diambil nilai rata-rata dan hal ini akan menyebabkan yang bawah harus naik ke atas sedangkan yang atas akan melongok ke bawah. Itulah yang menyebabkan akan sangat susah untuk dibuat mata uang bersama di ASEAN. Kecuali mungkin ada yang mengalah. Saya juga tidak terlalu paham. (Data-data GDP diambil dari buku Selayang Pandang ASEAN yang dibagikan secara cuma-cuma dalam sarasehan kemarin)
Jadi itulah sekilas tentang pasar tunggal ASEAN yang akan segera kita hadapi sebentar lagi. Apa tugas pemerintah? Kalau kata Pak Anggito, seorang Birokrat itu harus legowo dan amanah untuk melayani! Yes, servant leadership. Mengambil keputusan untuk menjadi seorang birokrat berarti harus meninggalkan semua harga diri karena harus menjadi pelayan bagi masyarakat luas. Pemerintah pun memegang peranan penting dalam mendukung dan melindungi pihak-pihak ‘kecil’ yang mungkin saja tersingkir dalam pasar bebas ini. Mungkin mereka tidak dapat bersaing, mungkin mereka kurang modal, mungkin mereka kurang terbina, dan berbagai kekurangan yang lain harus segera pemerintah siapkan langkah-langkah ‘pengobatan’nya. Istilahnya pemerintah harus siap ‘pasang badan’ untuk masyarakat kecil ini! Ya, tugas birokrat memang tidak semudah yang kita lihat. Namun pastinya kita harus selalu mendukung pemerintah agar dapat menentukan berbagai keputusan yang tepat untuk setiap kalangan masyarakat. Bukan hanya untuk kalangan ikan paus, tapi juga kalangan ikan teri.
Mungkin itu yang bisa saya bagikan dari Sarasehan kemarin. Semoga bermanfaat bagi anda semua. Keep survive for our beloved country, dudes!
Best Regards,
_NeY_
p.s.: Untuk melindungi Hak Intelektual saya dalam tulisan ini, tolong sekali yaaaa untuk tidak kopas sembarangan. Kalau mau mengutip atau memposting di blog, anda bisa minta izin dengan meninggalkan pesan di komen atau menautkan link ke blog saya. Atas perhatiannya saya ucapkan Arigatoooouu!
Discussion
No comments yet.