//
you're reading...
..ordinary Miracle life.., inSpiratiOnaL stoRy from anoTher peopLe :))

Tusuk Gigi dan Pasar Bebas ASEAN (Part 1)

Pernahkah anda berpikir mengapa di bagian atas tusuk gigi ada semacam ulir kecil? Apakah itu dibuat hanya atas nama estetika? Atau jangan-jangan itu hanya keisengan sang pembuat tusuk gigi?

Silakan anda pikirkan beberapa saat.

Apakah pernah terpikir bahwa ulir yang terdapat di tusuk gigi merupakan salah satu bentuk patent. Orang jepang yang termasuk tipe manusia hemat merasa bahwa akan sangat sayang jika setiap sekali dipakai tusuk gigi tersebut langsung dibuang. Bukankah masih bisa dipakai lagi? Sepertinya mereka begitu menghargai pohon yang harus ditebang untuk menbuat tusuk gigi tersebut. Lalu apa yang kemudian mereka lakukan? Mereka membuat ulir tersebut agar ketika satu sisi sudah terpakai maka sang pemakai bisa mematahkan bagian ulir tersebut dengan lebih mudah dan kemudian ditaruh melintang di atas meja sebagai ganjalan agar ujungnya tidak kotor terkena meja. Jadi tusuk gigi masih bisa dipakai kembali sewaktu-waktu.

Saya mengambil gambar ini dari link :http://www.american.com/archive/2007/november-december-magazine-contents/the-glorious-toothpick

Demikian ‘hikayat’ tusuk gigi yang saya dengar dari Mbak Risa Amrikasari atau yang lebih dikenal dengan Rose Heart. Pastinya banyak hal yang bisa diambil dari kisah sederhana tersebut. Mulai dari berharganya lingkungan bagi Bangsa Jepang hingga kecerdasan mereka untuk menemukan sarana penghematan tusuk gigi tersebut. Itulah yang disebut dengan patent, di dalamnya harus ada teknologi. Demikian ujar mbak Risa yang sering merasa tergelitik ketika setiap orang menyebutkan patent untuk setiap hal yang memerlukan perlindungan. Jargon si A mau dipatenkan, slogan si B mau dipatenkan, dan lain-lain. Semua hal ingin dipatenkan saat ini. Padahal jika ditilik lebih dalam Hak Paten akan berbeda dengan Hak Kekayaan Intelektual.

Sebenarnya saya tidak mengerti apa-apa dalam hal hukum perlindungan seperti ini. Tapi menurut saya pembahasan mengenai HKI kemarin Sabtu cukup menarik. Mungkin selama ini kita sendiri kurang aware dengan hak kita yang satu ini. Kalau kita saja tidak melindungi ya bagaimana orang lain mau menghormati hak kita tersebut?

Padahal sebenarnya setiap “produk” keluaran otak kita yang sangat berharga itu sangat dihargai oleh konstitusi! Maka mulailah aware dengan bagian ini. Say no to piracy! Susah sekali memang untuk tidak mengunduh sembarangan, tapi mulailah mengurangi dan menghentikannya. Kalau hak intelektual kita mau dihargai maka kita juga harus belajar menghargai hak orang lain kan!?

Materi sangat berharga ini saya dapatkan ketika mengikuti Sarasehan Blogger ASEAN yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri pada hari Sabtu tanggal 9 Juli yang lalu. Terus terang saya sendiri ikut acara ini hanya bermodal nekat. Sehari sebelumnya melihat pengumuman di twitter Jogja Update, kemudian berusaha DM untuk meminta cara mendaftarkan diri namun tidak berbalas dan keesokan harinya bermodal nekat datang ke Hotel Melia Purosani. Untungnya masih ada tempat!

Terus terang saya sendiri merasa sangat “kecil” saat melongok ke dalam ruangan sarasehan tersebut. Wah, sepertinya isinya blogger-blogger kelas kakap yang sudah sangat diperhitungkan di dunia tulis-menulis dunia maya. Sedangkan saya masih seperti anak bawang. Untungnya perasaan penasaran masih jauh lebih besar daripada perasaan rendah diri. J

Ada tiga sesi yang diberikan pada sarasehan kali ini. Sesi pertama diisi oleh Mas Iman Brotoseno seorang pelaku industri kreatif dan Mbak Risa yang sudah saya sebutkan sebelumnya yang merupakan salah seorang konsultan HKI. Sebagai orang-orang yang banyak menelorkan karya di bidang intelektual tentunya mereka punya banyak sekali pengalaman tentang masalah pembajakan, perlindungan hak intelektual hingga peran industri kreatif dalam perkembangan ekonomi ASEAN secara umum dan Indonesia secara khusus. Semuanya sungguh menarik! Pertanyaan mulai mengalir mulai dari seberapa pentingnya melindungi HKI hingga kontroversi video Briptu Norman pun masuk sebagai list pertanyaan. Apakah sang pengupload video seharusnya mendapat bagian semacam royalty atas buah keisengannya itu?

Setelah makan siang (buffet euy..hehe), sesi kedua dilanjutkan dengan tema kerjasama sosial budaya ASEAN. Pembicara kali ini adalah Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta dan Mas Anasir sebagai ‘founder’ Jalin Merapi. Pada sesi ini bapak Kepala Dinas banyak membagikan pengalaman bagaimana kota Yogyakarta secara khusus mulai berbenah untuk bekerjasama dengan kota Kyoto di Jepang dalam hal sosial budaya. Sedangkan Mas Nasir banyak bercerita mengenai Jalin Merapi sebagai sarana yang sangat membantu ketika terjadinya bencana Merapi beberapa bulan yang lalu. Satu hal lagi yang membuktikan bahwa sarana internet sebenarnya merupakan salah satu teknologi yang bila digunakan dengan arif bisa sangat membantu kehidupan manusia. Dengan adanya internet maka penyaluran bantuan sangat terbantu jika dibandingkan dengan hanya menggunakan radio semata. Keberadaan jaringan sosial juga tidak kalah berharganya untuk menyampaikan pesan berantai tersebut tidak hanya ke Saudara Se Tanah Air, tapi juga kepada dunia luas. Bahkan hingga saat ini Jalin Merapi masih terus mengerjakan berbagai proyek yang berhubungan dengan tindakan recovery pasca erupsi.

Setelah coffee break dilanjutkan sesi ketiga yang membahas kerjasama ekonomi dan daerah. Bagaimana peranan pemerintah pusat dan daerah menyikapi kerjasama ekonomi ASEAN mengingat akan adanya pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 nanti? Apakah Indonesia sudah siap? Mau tidak mau harus siap! Itu yang dikatakan oleh pembicara siang itu. Bapak Anggito Abimanyu. Seorang dosen fakultas ekonomi UGM yang sempat heboh disorot akibat tidak jadi menduduki kursi menteri keuangan. Selain Pak Anggito masih ada bapak Kholiq Arif Bupati Wonosobo. Sesi ini juga merupakan salah satu sesi yang sangat menarik bagi saya.

Mau tahu bagaimana serunya sesi ketiga ini? Baca postingan selanjutnya ya.. (sepertinya kepanjangan kalau saya gabung di satu tulisan)

Tapi yang jelas ini akan sangat menarik! Salah satunya karena Si Bapak yang menyampaikan materi sangat pintar!

Best Regards,

_Ney_

 

Advertisement

About neyevas

can't explain anything.. just an ordinary girl in extraordinary life.. just want to enjoy my life and give something to other peeps...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.