//
you're reading...
..LoVe and LiFe experimenTs..

Start is the essential part (Part 1)

Menemukan pasangan hidup yang tepat pastinya memang bukan hal yang mudah. Rasanya Tuhan kok tidak langsung saja ya membisikkan nama pasangan hidup saya dan saya bisa segera menemukannya hingga kami bisa hidup bahagia selamanya? Tidak jarang hal ini membuat banyak orang merasa perasaan campur aduk yang teramat dalam. Biasa disebut galau akhir-akhir ini.

Lama tak menulis membuat banyak hal yang ingin dituangkan, tapi belum banyak yang bisa dikembangkan. Jadi, saat ini saya mau menuliskan beberapa hal yang saya dapatkan selama rangkaian Ready To Go Class tentang Relationship yang saya ikuti saja ya. Bagi yang belum tahu tentang ready to go class sendiri sebenarnya adalah kelas pra alumni yang disediakan untuk memperlengkapi lagi setiap pra alumni PMK Teknik memasuki dunia alumni. Ada beberapa term yang diberikan mulai dari pekerjaan, hubungan (relationship), keuangan hingga pelayanan pasca alumni. Kali ini saya ingin menyarikan bagian:  Bagaimana saya yakin dia pasangan hidup saya? Let’ s check it out!

Meyakini sesuatu memang bukan suatu hal yang mudah. Kenapa kita bisa sering tidak merasa yakin? Karena tidak ada orang yang memberikan kepastian. Tidak ada yang meng ‘guarantee’ bahwa pasangan itu adalah pasangan hidup kita. Bahkan dari hasil penelitian diketahui bahwa hampir semua pasangan yang sudah menikah sekalipun pasti pernah mempertanyakan bagian ini. Apakah ia benar pasangan hidup saya? Namun menurut saya secara pribadi pasti kita bisa lebih yakin jika alasan-alasan untuk mengerjakannya lebih jelas dan kita terima. Misalnya kita yakin ingin pergi ke suatu tempat karena kita memang mempunyai alasan kesana dan punya kepentingan di tempat tersebut. Jadi demikian juga untuk bagian ini, kita bisa yakin jika kita memulai dengan benar dan menjalani dengan benar! Jadi jika diawal saja kita sudah tidak dimulai dengan benar maka jangan heran jika keraguan akan segera menghinggapi anda dan mempertanyakan pertanyaan , “ apakah benar ia pasangan hidup saya?

Bagaimana cara memulai dengan benar? Jika kita belajar dari kisah Ribka dan Ishak di Kejadian 24 maka kita akan mendapatkan beberapa hal yang dilakukan Abraham untuk memilihkan calon istri untuk anaknya, yaitu:

  1. Pilih yang seiman : walaupun disekitar Abrahan tersedia banyak wanita cantik, tapi ia tetap rela jauh-jauh mencarikan calon istri yang seiman untuk anaknya. Sikap hidup yang sangat baik untuk diteladani.
  2. Percaya pada Allah : bukan sekadar seiman, tapi ia juga benar-benar percaya pada Allah.
  3. Memiliki kepribadian & karakter yang baik
  4. Menggunakan hikmat yang daripada Tuhan
  5. Memikirkan jauh ke depan

Kalau dari Kak Didik sebagai pembicara ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memulai dengan benar, seperti misalnya:

-          Memiliki Kriteria primer & Sekunder yang sesuai

Kriteria Primer :

  1. Memiliki panggilan/visi hidup yang sama atau saling menunjang
  2. Memiliki kepribadian yang baik & hidupnya menundukkan diri pada Kristus à karakter & kepribadian jauh lebih penting daripada daya tarik fisik
  3. Ciri-ciri rohani khusus lainnya :
  •  Untuk wanita cari pria yang bisa ‘ditunduki’ secara rohani
  •  Untuk pria cari wanita yang bisa ditunduki dan dikasihi

Kriteria Sekunder:

1. Secara fisik

  •  Bisa menerima & senang dengan keadaan fisik calon pasangan
  •  Cukup PD dan bangga bisa berjalan dengan calon pasangan
  •  Siap apabila pasangan anda nantinya berubah dari bentuk fisik idealnya saat ini

2. Suku, budaya, & kebiasaan dalam keluarga

  •  Bisa menerima kebiasaan/budaya dari suku pasangan saudara
  •  Apakah saudara siap menerima segara resikonya?

3. Kondisi khusus

  •  Siap menerima calon pasangan yang tidak perawan
  •  Siap menerima calon pasangan yang mandul
  •  Perbedaan umur
  •  Minat, bakat, dan sifat

Hal- hal inilah yang harus benar-benar dipikirkan sebelum memulai masa berpacaran. Dari sini saya belajar bahwa memutuskan memasuki suatu hubungan yang lebih serius bukanlah hanya karena perasaan sekejap dan instan. Ada proses pergumulan didalamnya. dan gumulilah itu dengan serius! J

Yang tidak kalah penting pastinya pakailah akal budi yang Allah berikan. Perhatikan apakah ia sepadan dengan kita ditinjau dari segi penyerahan dirinya kepada Allah, kedewasaan iman, emosional, intelektual, usia, dan lain-lain. Dan jangan merasa ragu untuk meminta saran dari orang-orang yang jauh lebih dewasa rohani.

Ada hal menarik yang dibagikan Kak Didik tentang 6 Batu Ujian Cinta, yaitu:

  1. Ujian kesediaan untuk memahami dan tidak egoistis
  2. Ujian ketahanan mental & memiliki perspektif
  3. Ujian kebiasaan : Jangan berusaha mengubah pasangan anda, tapi katakanlah “ubahlah pasangan saya melalui perubahan saya sendiri”
  4. Ujian menghargai/menerima : menghargai pasangan, tidak mendominasi, menghargai kesucian
  5. Ujian pertengkaran : bagaimana mengatasi pertengkaran? Sarana untuk belajar mengampuni, dan lain sebagainya
  6. Ujian ruang dan waktu : contohnya seperti LDR (Long Distance Relationship)

Nah, jika sudah merasa yakin bahwa ia adalah pasangan hidup anda dan sudah lolos batu ujian cinta berarti anda bisa melanjutkan ke step selanjutnya yaitu persiapan memasuki pernikahan alias Plan To Get Married! Semakin menarik!

Sambung ke bagian selanjutnya yaaa :)

Best Regards,

_NeY_

Advertisement

About neyevas

can't explain anything.. just an ordinary girl in extraordinary life.. just want to enjoy my life and give something to other peeps...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.